ADVERTISEMENT

Pernyataan Lengkap PB IDI soal Hasil Muktamar Pemecatan dr Terawan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 13:32 WIB
Eks Menkes dr Terawan Agus Putranto hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Ia turut pamerkan Vaksin Corona Nusantara yang disebut aman untuk digunakan warga.
dr Terawan Agus Putranto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memaparkan rinci hasil Muktamar IDI ke-31 di Banda Aceh yang salah satunya memecat dr Terawan Agus Putranto dari anggota IDI. Pemecatan Terawan dikatakan sudah melalui proses panjang sejak tahun 2013.

"Terkait dengan putusan dr Terawan Agus Putranto ini merupakan proses panjang sejak tahun 2013 sesuai dengan laporan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran, dan hak-hak beliau selaku anggota IDI telah disampaikan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran untuk digunakan, mengacu pada AD/ART serta tata laksana organisasi," ujar Juru Bicara IDI Beni Satria ketika membacakan keterangan Ketua Umum IDI M Adib Khumaidi dalam konferensi pers, Kamis (31/3/2022).

Berikut pernyataan PB IDI tentang pemecatan dr Terawan yang dibacakan Beni:

PB IDI Indonesia adalah pemimpin tertinggi organisasi Ikatan Dokter di Indonesia yang melaksanakan dan mengurus kebijakan strategi dan operasional yang bersifat nasional, dan diputuskan dalam muktamar, sesuai AD/ART organisasi dan tata laksana organisasi. Muktamar mempunyai kekuasaan dan wewenang mengesahkan pemberhentian tetap anggota Ikatan Dokter Indonesia, muktamar Ikatan Dokter Indonesia merupakan kekuasaan tertinggi Ikatan Dokter Indonesia sebagai forum pelaksanaan kedaulatan seluruh anggota Ikatan Dokter Indonesia.

Muktamar adalah musyawarah nasional dokter Indonesia yang diberi nama muktamar Ikatan Dokter Indonesia yang diadakan 3 tahun sekali, pada muktamar ke-31 di Banda Aceh yang diselenggarakan 21-25 Maret 2022 dihadiri oleh seluruh perwakilan IDI wilayah, IDI cabang, perhimpunan keseminatan serta kolegium.

Di muktamar ke-31 ini banyak melahirkan beberapa rekomendasi, putusan, sekaligus pengukuhan dokter Muhamad Adib Khumaidi spesialis ortopedi yang terpilih pada muktamar ke-30 di Samarinda untuk memimpin menjadi Ketua PB IDI pada periode 2022-2025, dan juga terpilih ketua terpilih dr Slamet Budiarto SH MH periode 2022-2025, selain agenda pemilihan Ketua Terpilih PB IDI muktamar juga telah memilih dr Djoko Widyarto sebagai Ketua MKEK IDI, Dr dr Setyo Widi Nugroho spesialis bedah saraf konsultan sebagai Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia, Dr dr Ika Prasetya Wijaya sebagai Ketua Majelis Perkembangan Kelainan Keprofesian.

Muktamar IDI ke-31 juga telah melahirkan beberapa rekomendasi, pertama transformasi IDI baru, kita kenal sebagai IDI reborn, kedua, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan juga profesi kedokteran, ketiga, IDI menjadi mitra strategi pemerintah dan sinergitas stakeholder kesehatan. Keempat, pemberhentian tetap dr Terawan Agus Putranto sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia, dan banyak rekomendasi yang dilahirkan di muktamar ke-31 di Banda Aceh kemarin.

Keputusan Muktamar IDI ke-31 telah memutuskan dan menetapkan, meneruskan hasil rapat sidang khusus Majelis Kehormatan Etik Kedokteran yang memutuskan pemberhentian tetap Dr dr Terawan Agus Putranto sebagai Ikatan Dokter Indonesia, keputusan IDI muktamar ke-31 memberikan juga kepada PB IDI waktu selambat-lambatnya 28 hari kerja untuk melaksanakan putusan tersebut. PB IDI sebagai unsur pimpinan tingkat pusat yang menjalani eksekutif organisasi berkewajiban menjalani putusan muktamar, dalam menjalani putusan muktamar tersebut Pengurus Besar IDI diberikan waktu untuk melakukan sinkronisasi hasil muktamar, baik dari sidang pleno, komisi, dan sidang khusus.

Terkait dengan putusan dr Terawan Agus Putranto ini merupakan proses panjang sejak tahun 2013 sesuai dengan laporan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran, dan hak-hak beliau selaku anggota IDI telah disampaikan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran untuk digunakan mengacu pada AD/ART serta tata laksana organisasi, seluruh dokter Indonesia terikat pada sumpah dan tunduk terhadap norma etik keseluruhan kode etik kedokteran, pembinaan, serta penegakan standar norma etik di dalam profesi kedokteran menjadi tanggung jawab IDI guna menjamin perlindungan hak dokter dan keselamatan pasien. Demikian atas perhatiannya, terima kasih

Jakarta 31 Maret 2022

Ketua Umum IDI

Dr Moh Adib Khumaidi

Simak Video 'IDI Mangkir dari Panggilan Rapat Bersama Komisi IX DPR':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT