Jaksa Agung: Saya Masih Terima Laporan Oknum Jaksa Minta Proyek!

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 13:43 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku masih mendapat laporan adanya oknum jaksa nakal yang kerap bermain proyek. Burhanuddin membuka hotline pengaduan oknum jaksa nakal. Burhanuddin juga meminta jajaran kejaksaan menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan bermedsos.

"Saya yakin dan percaya masih sangat banyak aparat saya yang baik, bekerja penuh dengan integritas dan profesional, bekerja dengan ikhlas bahu-membahu membangun citra Kejaksaan yang kita cintai. Namun sayang, seringkali kerja keras kita membangun citra institusi dirobohkan sendiri oleh perilaku oknum kejaksaan, mitra kerja kita sendiri yang dengan sadar menjadi benalu dan pengkhianat," kata Burhanuddin, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, Rabu (30/3/2022).

Burhanuddin mengatakan, untuk menjaga marwah institusi, Kejagung membentuk Satgas 53 sebagai jawaban atas masih adanya laporan 'oknum kejaksaan nakal. Burhanuddin merasa imbauan dan peringatan sudah cukup diberikan, oknum jaksa nakal akan diberikan tindakan tegas dan menghentikan siapa pun anggota yang tidak mau dibina dan tidak mau tunduk pada perintah dan kebijakan pimpinan.

"Perlu saudara sekalian ketahui bahwa satgas 53 telah bekerja dengan efektif, sudah banyak oknum pegawai kejaksaan yang ditangani oleh satgas 53, baik oknum jaksa maupun oknum tata usaha, bahkan beberapa diantaranya terpaksa saya pidanakan," imbuhnya.

Oleh karena itu, agar tidak menambah daftar panjang pegawai yang ditindak, Burhanuddin memerintahkan seluruh jajaran Kejaksaan khususnya jajaran Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk menghentikan segala praktek perbuatan tercela, penyalahgunaan kewenangan dan kedudukan. Burhanuddin menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi oknum yang coba membangkang.

Terkait hal tersebut, pada 31 Januari 2022, Jaksa Agung telah memberikan pengarahan khusus kepada seluruh jajaran Kejaksaan RI secara virtual, tetapi pada Februari, Burhanuddin masih mendengar adanya oknum Kejaksaan RI yang mengintervensi proyek pemerintah. Maka Burhanuddin mengingatkan kembali dalam bentuk Surat Jaksa Agung nomor 41 tanggal 15 Februari 2022.

"Namun tidak sampai 1 bulan sejak saya mengeluarkan surat tersebut, saya masih menerima laporan yang sama dari berbagai daerah, hingga akhirnya saya mengeluarkan Surat Jaksa Agung nomor 66 tanggal 9 Maret 2022. Perlu saudara ketahui bahwa surat tersebut saya keluarkan sehubungan dengan masih adanya anggota kejaksaan yang melakukan perbuatan tercela minta minta proyek, mengintervensi proses pengadaan barang dan jasa," ungkap Burhanuddin.

Oleh karena itu, untuk memberantas praktik oknum Kejaksaan bermain proyek, Burhanuddin membuka hotline khusus yang operasionalnya langsung di monitor untuk menerima laporan ataupun aduan terkait perbuatan tercela oknum Kejaksaan. Burhanuddin memastikan seluruh laporan ditanggapi secara serius.

"Adapun laporan-laporan yang masuk ke hotline saya saat ini sedang saya cermati untuk menemukan kebenarannya, tetapi terlepas benar salahnya laporan tersebut, saya minta kepada seluruh jajaran Kejaksaan dan khususnya Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat yang merasa masih melakukan perbuatan tersebut segera hentikan, karena saya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pegawai yang masih melakukan perbuatan itu," ujarnya.