ADVERTISEMENT

Bamsoet Umumkan Pemenang Lomba Stand Up Comedy Kritik MPR

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 21:50 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi para komika yang ikut memeriahkan Lomba Stand Up Comedy Kritik MPR RI bertema ‘MPR RI Rumah Kebangsaan’.
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi para komika yang ikut memeriahkan Lomba Stand Up Comedy Kritik MPR RI bertema 'MPR RI Rumah Kebangsaan'. Diketahui dari 135 pendaftar, terpilih 35 stand up comedian yang mengikuti babak penyisihan. Selanjutnya hanya 10 komika yang berhasil melaju ke babak grand final dan ini pemenangnya.

"Juara 1 dengan nilai 360 poin dimenangkan oleh komika Citra Sari yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta. Juara 2 dengan nilai 286 poin dimenangkan Rizky Shandi, mendapatkan hadiah Rp 15 juta. Juara 3 dengan nilai 282 poin dimenangkan oleh Muklis Milu mendapatkan hadiah Rp 10 juta," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (29/3/2022).

"Sementara juara favorit diraih oleh Intan Latut Tuti, mendapatkan motor listrik Bike Smart Elektrik. Pemenang pertama, kedua dan ketiga ditambah bonus masing-masing Rp 5 juta," lanjutnya.

Usai menyerahkan hadiah kepada juara Stand Up Comedy Kritik MPR RI di Komplek MPR RI, Jakarta, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan tujuan diadakan Lomba Stand Up Comedy Kritik MPR RI yakni untuk menyerap aspirasi soal berbagai realitas sosial yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, cara konvensional, seperti ceramah, forum diskusi, seminar dan lain-lain, kadang kala terkesan kaku, serta membenturkan pada beragam formalitas dan hiruk-pikuk birokrasi.

"Setelah mengikuti lomba stand up comedy kritik MPR RI kita harapkan para komika mau membawakan pesan-pesan kebangsaan dalam materi stand up comedy. Para komika pun bisa semakin terasah kemampuan materi stand up comedy-nya, sehingga bisa semakin sukses berkarier di dunia stand up comedy. Sebagaimana para komika pendahulu mereka, Marshel Widianto dan Kiky Saputri yang masing-masing menjadi Juara 2 dan Juara 3 Lomba Stand Up Comedy Kritik DPR RI yang diselenggarakan saat saya memimpin DPR RI," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan stand up comedy lahir di Amerika pada abad ke-18. Sejak saat itu, formatnya memang ditujukan untuk menghibur. Namun dengan muatan satir yang mengaktualisasikan kritik sosial.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menilai, saat ini kebutuhan terhadap hiburan sudah menjadi fitrah kemanusiaaan. Namun juga tidak boleh dilupakan, satire dan kritik sosial yang menyertai stand up comedy bukan sekadar menjadi 'lampiran' atau pelengkap hiburan semata.

"Stand up comedy dikategorikan sebagai jenis komedi 'cerdas', justru karena adanya kandungan pesan moral dan kritik yang terbungkus rapi dalam bingkai kelucuan. Pesan moral dan kritik yang terlontar kadangkala terasa begitu menohok, bukan karena disampaikan dalam bahasa vulgar atau kasar. Tetapi karena terasa nyata, mencerminkan realita sosial yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita," tutur dia.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, dalam konteks kehidupan kebangsaan stand up comedy adalah bagian dari kedewasaan berdemokrasi. Artinya, setiap lembaga publik tidak boleh bersikap antikritik.

"Kritik adalah vitamin yang menjadi daya dorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Selain, menjadikan setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, benar-benar tegak lurus berorientasi dan mengabdi pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," pungkas Bamsoet.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT