Stok Vaksin untuk Booster Kota Bogor Menipis, Wawali Minta Kepastian Pasokan

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 17:47 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (Foto: Sholihin/detikcom)
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (Sholihin/detikcom)
Bogor -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sampai saat ini belum bisa melanjutkan proses vaksinasi suntikan ketiga atau booster karena belum ada pasokan tambahan dari pemerintah. Pemkot meminta pemerintah konsisten dan memberikan kepastian pasokan vaksin supaya target vaksinasi tercapai.

"Kita mengharapkan terkait dengan (vaksin) booster, karena kan memang jadi kebijakan nasional ya. Kita tentu berkeinginan ada konsistensi dari pemerintah untuk menurunkan vaksin ke Kota Bogor," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim ditemui usai menghadiri pelantikan Pengurus Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Senin (28/3/2022).

"Supaya (vaksinasi booster) tidak terputus. Artinya kita punya PR (pekerjaan rumah) untuk menyempurnakan dua vaksin, kemudian yang booster," tambah Dedie.

Dedie menyebut saat ini capaian vaksinasi booster di Kota Bogor baru mencapai 16 persen dari total target sebanyak 81.944 sasaran. Rendahnya capaian vaksinasi booster ini terjadi bukan karena antusiasme warga yang menurun, tetapi akibat pasokan vaksinasi yang tersendat.

"Sekarang ini capaian vaksin 16 persen untuk yang booster, masih rendah. Kenapa masih rendah, salah satunya karena stok yang terbatas," kata Dedie.

Dedie menambahkan pihaknya berharap pemerintah memberikan kepastian tentang pasokan vaksin agar proses vaksinasi booster kepada warga Bogor bisa dilakukan secara merata.

"Harapannya kita tentu kalau memang menjadi komitmen dari semua pihak, tolong kami diberikan semacam kepastian droping vaksin. Supaya sentra-sentra vaksin yang kami sediakan itu efektif, efisien dan bisa melaksanakan apa yang menjadi keinginan pemerintah," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan vaksinasi suntikan ketiga atau vaksinasi booster dihentikan sementara karena stok vaksin menipis. Sisa stok vaksin yang ada kini diprioritaskan untuk vaksinasi suntikan 1 dan 2 bagi anak dan lansia.

"Iya (stok vaksin menipis), belum ada (pasokan lagi)," singkat Sekretaris Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena, Minggu (27/3).

Erna mengatakan, hingga Jumat (25/3) siang, stok vaksin yang tersedia di Kota Bogor tersisa vaksin Sinovac dan vaksin Covovax.

"Stok vaksin yang tersedia Sinovac 139 dosis untuk anak 6-11 tahun, (penyuntikan) dosis 1 dan 2. Covovax 4.000 dosis untuk usia lebih dari 18 tahun (untuk penyuntikan) dosis 1 dan 2," kata Erna, Minggu (27/3/2022).

Karena keterbatasan stok vaksin, kata Erna, vaksinasi booster untuk sementara dihentikan sambil menunggu pasokan vaksin dari pemerintah pusat.

(ygs/ygs)