ADVERTISEMENT

5 Fakta Baru Usai PT KCN Disanksi Gegara Polusi Batu Bara di Marunda

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 21:32 WIB
Parahnya polusi batu bara di Marunda bikin murid SD operasi mata (Wildan-detikcom)
Parahnya polusi batu bara di Marunda bikin murid SD operasi mata. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Polusi debu batu bara di kawasan Marunda, Jakarta Utara, masih menghantui warga usai PT Karya Citra Nusantara (KCN) disanksi Pemprov DKI. Izin usaha terancam dicabut jika tak menjalankan sanksi.

PT KCN dikenai sanksi berdasarkan Surat Keputusan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Nomor 12 Tahun 2022 tanggal 14 Maret 2022 tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah kepada PT KCN. Total ada 32 sanksi administratif yang mesti dipenuhi PT KCN.

Salah satunya kewajiban sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lingkungan hidup Nomor 066/-1.774.152 tanggal 20 September 2012 yang merupakan Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) kegiatan usaha tersebut. Di dalam dokumen ini, PT KCN diwajibkan membangun tanggul.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Achmad Hariadi mengatakan tanggul ini berfungsi untuk mencegah abu batu bara berterbangan ke arah permukiman warga. PT KCN, kata dia, wajib membangun tanggul dalam 60 hari.

"Untuk mencegah terbawanya debu batu bara pada saat penyimpanan paling lambat 60 hari kalender," tegasnya.

PT KCN Pasang Pemecah Angin

PT KCN dijatuhi sanksi administratif karena terbukti mencemari lingkungan akibat abu batu bara di kawasan Marunda, Jakarta Utara. PT KCN berjanji segera menjalankan sanksi.

Direktur Operasional PT KCN Hartono menuturkan dari beberapa sanksi yang diberikan dalam waktu dekat pihaknya akan mengoperasikan alat pemecah angin.

"Yang berkaitan dan berdampak langsung berupa mengenai alat pemecah angin. Jadi nanti kita pasang, sekarang lagi dikoordinasikan jadi kita pasang alat untuk pemecah angin. Sehingga angin yang bertiup dari stockpile ke masyarakat itu bisa energinya berkurang. Karena dia akan terpecah dengan sendirinya. Berharap dengan adanya alat itu, debu batu bara juga tidak terlalu jauh nyebarnya," katanya, Kamis (17/3/2022).

Hartono belum menerangkan kapan alat pemecah angin ini akan dioperasikan. Namun dia menyebut akan dimulai dalam jangka waktu dekat.

"Kita terus monitor terus keluhan-keluhan sebisa mungkin kita tangani. Cuman kan dampak ini tidak langsung terpecahkan, bertahap. Namun sementara itu kita juga tetap perhatikan apa yang mereka sampaikan kita tampung kita pecahkan bersama Sudin," katanya.

Warga Masih Terpapar

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap polusi batu bara masih dirasakan warga sekitar Marunda, Jakarta Utara. Padahal Pemprov DKI telah memberikan sanksi kepada PT KCN selaku biang kerok polusi udara.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengaku menerima sejumlah keluhan dari warga yang menjadi korban polusi batu bara. Di antaranya iritasi mata akibat partikel halus batu bara hingga masalah pernapasan.

"Selain iritasi mata, penyakit pernapasan, seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan, juga masih banyak dialami warga rusun Marunda. Oleh karena itu, perlu kehadiran Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, yang menurut warga belum hadir hingga saat ini," kata Retno melalui keterangan tertulis, Minggu (20/3/2022).

Retno meminta Pemprov DKI menjadikan penelitian Greenpeace Indonesia sebagai rujukan mengetahui dampak pencemaran batu bara. Sebab, dalam penelitian berjudul Kota Batu Bara dan Polusi Udara itu menjelaskan polusi udara merupakan pembunuh senyap yang menyebabkan 3 juta kematian dini (premature death) di seluruh dunia.

24 Warga Alami Sakit

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara membuka posko kesehatan untuk melayani warga terdampak di Rusun Marunda. Layanan kesehatan yang diberikan Dinkes Jakarta Utara berupa pemeriksaan kesehatan dan nantinya akan ditangani sesuai keluhannya. Kemudian, berdasarkan data yang dimiliki, kebanyakan warga mengeluhkan masalah pernapasan.

"Berdasarkan data Jumat (18/3), 13 warga mengeluhkan infeksi saluran napas atas, 9 warga mengeluhkan dermatitis (radang kulit) dan 2 warga mengeluhkan konjungtivitas atau gangguan mata," jelas Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati saat dimintai konfirmasi, Senin (21/3/2022).

Yudi mengatakan nantinya posko tersebut akan dibuka setiap hari untuk melayani masyarakat. Jika kunjungan nantinya sudah sepi, maka posko akan ditutup.

"Kita akan buka tiap hari kerja apabila kunjungan sudah sepi maka posko akan ditutup dan bila ada warga yang sakit dapat langsung datang ke poskes Rusun Marunda yang juga berada di Rusunawa Marunda," ungkap Yudi.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT