ADVERTISEMENT

Inspirasi

Jokowi Dalam Mimpi Badrus Si Pelukis Jalanan: Jangan Lukis Wajah Saya

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Minggu, 27 Mar 2022 16:45 WIB
Badrus pelukis jalanan. (Rengga Sancaya/detikcom)
Badrus pelukis jalanan. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

'Badrus Pelukis', begitu orang-orang menyebutnya. Muhammad Badrus adalah pelukis jalanan yang unik karena memasang 'harga seikhlasnya' untuk semua karya-karyanya. Di sela-sela aktivitasnya berkeliling Bekasi-Jakarta Timur, dia bercerita pernah mimpi didatangi Jokowi.

Lukisannya terlihat penuh warna, tema beragam. Ada lukisan bertema kaligrafi terpasang di pojok, di sisi lain ada pula lukisan pemandangan, di sudut satunya ada lukisan soal cerita-cerita Nabi. Semua lukisan itu dia 'gendong' menggunakan keranjang yang terpasang di sepeda motor bebek. Badrus mengaku kemampuan melukisnya ia asah secara otodidak dengan dituntun inspirasi yang datang begitu saja.

"Ya inspirasi nyari sendiri. Saya cari yang sekiranya belum ada orang bikin. Tahu-tahu kadang di perjalaman ada ide mau lukis apa," kata Badrus kepada detikcom di seberang Polsek Duren Sawit di sela-sela jam dagangnya, Selasa (22/3/2022).

Selama menjalani profesinya, Badrus mengaku pernah bermimpi bertemu Presiden Joko Widodo. Dalam alam tidur Badrus, Jokowi menantang Badrus untuk melukis ikan dan burung. Soalnya, sudah banyak orang yang melukis wajah Jokowi.

"(Dalam mimpi Badrus) Jokowi bilang, kamu jangan ngelukis wajah saya karena sudah banyak yang ngelukis itu. Lukislah ikan sama burung. Itu dalam mimpi saya Presiden benar-benar datang. Presiden di rumah. Itu kayak nyata, kayak Pak Jokowi masuk ke dalam ruangan," tutur Badrus.

Dia pun akhirnya merealisasikan perintah di mimpi tersebut. Dia melukis dan memamerkan karyanya kepada publik.

Ada alasan mengapa Badrus merealisasikan perintah di mimpi tersebut. Dia berharap, lukisan itu dibeli langsung oleh Jokowi.

"Saya harapannya kan lukisan Presiden itu namanya yang dilukis orang nomor 1. Kalau bisa yang beli orang nomor 2, nomor 10. Tapi nggak ada yang beli, yang beli malah orang biasa-biasa saja. Tapi, saya bersyukur," katanya.

Badrus pelukis jalanan. (Rengga Sancaya/detikcom)Badrus pelukis jalanan. (Rengga Sancaya/detikcom)

Keinginan Badrus untuk bertemu Jokowi masih dia simpan baik-baik. Dia sendiri pernah melukis tujuh wajah Presiden RI. Ketujuh lukisan wajah presiden tersebut dibeli oleh kalangan biasa.

Hal itu tidak menyurutkan semangat Badrus dalam berkarya. Dia terus melukis demi memperkenalkan seni kepada masyarakat luas.

Harga lukisan Badrus pernah mencapai rekor termahal Rp 4,4 juta pada pertengahan 2020 lalu, momen awal pandemi COVID-19. Saat itu, kebetulan dia sempat viral di media sosial karena memasang 'harga seikhlasnya'.

"Lukisan yang terjual dengan harga tinggi itu tentang bahtera Nuh, kapal Nabi Nuh. Ukurannya sekitar 60x80. Sama kaligrafi pernah ada yang beli itu Rp 3 juta, terus kisaran Rp 2 juta tentang gajah, Surah Al-Fiil," ujarnya.

Badrus pelukis jalanan. (Rengga Sancaya/detikcom)Badrus pelukis jalanan. (Rengga Sancaya/detikcom)

Meski saat ini jumlah pembeli turun signifikan, namun dia masih mensyukurinya. Dalam hidup, kata Badrus, keluarga menjadi sumber kebahagiaannya. Melalui lukisan pula, dia bisa menyalurkan pesan kepada masyarakat luas.

"Istilahnya saya juga dengan melukis bisa sambil memberi pesan-pesan kepada pembeli. Kita kasih pesan-pesan lewat lukisan," tuturnya.

Badrus pelukis jalanan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Badrus pelukis jalanan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Selama menjalankan profesinya, Badrus mengaku seringkali mendapat kritik juga komentar pedas dari orang lain. Hal itu ia ketahui dari komentar di sosial media. Salah satu komentar yang dia ingat adalah profesinya yang mengarah ke mengemis. Dia (orang) yang komen itu menghujat Badrus dengan berjualan berkedok mengemis.

"Pengemis gimana? Wong usaha, orang ngasih, ada barang yang saya jual. Terus untuk beli bahan juga ada pemasukan. Itu banyak komen pedas cuman gak saya masukin ke hari. Itu justru sebagai penyemangat saya aja," tuturnya.

Simak juga 'Adi, Penyandang Down Syndrome Kolektor Medali':

[Gambas:Video 20detik]



(azl/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT