Ribuan Warga Lebak Terdeteksi Penyakit TBC

Fathul Rizkoh - detikNews
Minggu, 27 Mar 2022 09:37 WIB
Salah satu warga tengah disuntik setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di Kampung Cihiyang, Desa Rangkabitung Timur, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: istimewa)
Foto: Salah satu warga tengah disuntik setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di Kampung Cihiyang, Desa Rangkabitung Timur, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: istimewa)
Lebak -

Ribuan warga Kabupaten Lebak, Banten, terdeteksi penyakit tuberkulosis (TBC). Pada trisemester pertama atau Januari hingga 22 Maret 2022, tercatat ada 1.438 orang mengidap penyakit ini.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah mengatakan, kasus TBC di Lebak masih tinggi. Pada tahun 2021, ada 14 ribu orang terdeteksi penyakit ini di Lebak.

"Kasus TBC di Lebak masih tinggi, penyembuhannya pun lama, butuh waktu enam bulan dan harus konsisten," ujar Firman dikonfirmasi, Minggu (27/3/2022).

Dia mengatakan, masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit TBC. Penemuan kasus TBC di Lebak, dibantu oleh kelompok masyarakat yang konsen pada isu kesehatan. Ada beberapa kelompok yang bekerjasama dengan Dinkes dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis di kampung-kampung.

Mereka melakukan pemeriksaan kepada anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia). Pemeriksaan difokuskan pada penyakit yang sudah lama tak kunjung sembuh.

"Yang mengalami batuk lebih dari dua minggu untuk discreening TBC. Kemudian yang mengalami gejala pusing, sakit untuk discreening penyakit kronis, dan pemeriksaan kesehatan lainnya seperti gula, diabetes dan lainnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Firman mengatakan, hasil dari pemeriksaan akan ditindaklanjuti sesuai dengan penyakit yang dialami warga. "Kalau setelah diperiksa ada gejala perlu ditangani akan ditangani (penanganan langsung di lokasi). Kalau ada yang harus ditindaklanjuti ke Puskesmas maka akan ditindaklanjuti di Puskesmas," sambungnya.

Sementara itu, kelompok masyarakat Kobra, Agus Kuncir mengatakan, ada 4 orang warga Kampung Cihiyang, Desa Rangkabitung Timur, terdeteksi penyakit TBC. Warga baru mengetahui setelah ada pemeriksaan kesehatan gratis yang adakan kelompoknya.

"Vaksinasi ada 40 orang, screening kesehatan ada 30 orang. Mereka ngecek darah tinggi, gula, kolestrol dan lainnya. TBC terdeteksi ada 4 orang," kata Agus.

Katanya, penyakit TBC disebabkan oleh basil Mycrobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru. Penyakit ini tidak mudah dikenali pada saat awal terjangkit.

"Seperti batuk biasa saja, tapi tadi setelah ngecek ternyata ada yang di diagnosa terjangkit TBC," tuturnya.

Lebih lanjut, kelompoknya akan mengawal warga untuk menindaklanjuti diagnosa pada pemeriksaan kesehatan gratis ini. Selain itu, bagi warga yang belum mempunyai BPJS kesehatan pun didorong agar membuat. Sehingga, nantinya warga bisa lebih mudah berobat dikemudian hari.

"Mereka belum mempunyai BPJS kita upayakan terkait BPJS, untuk tindaklanjut diagnosa penyakit awal pemeriksaan ini," pungkasnya.

Simak Video 'Kepala BKKBN Sebut Tuberkulosis Lebih Mematikan Dibanding Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)