ADVERTISEMENT

KPK Tepis Isu Minta 'Hibah' Perkara ke Kejagung demi Naikkan Citra

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 11:45 WIB
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto
Karyoto (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah isu soal meminta 'hibah' perkara ke Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menaikkan citra. KPK mengatakan pihaknya tak pernah meminta 'hibah' perkara ke Kejagung.

"Minta hibah perkara, ini saya juga baca medianya juga agak kaget, tahu dari mana kita hibah? Dan kebetulan kasus itu saya tahu persis duduk persoalannya. Saya nggak terlalu banyak ekspos di sini. Yang jelas, KPK tidak pernah meminta hibah perkara," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto kepada wartawan, Jumat (25/3/2022).

Karyoto menjelaskan, ketika ada dua perkara yang bersinggungan dari segi pelaksanaannya, KPK selalu berkoordinasi ke penegak hukum lainnya. Menurutnya, KPK selalu menjalin komunikasi dengan Kabareskrim dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

"Ketika memang ada dua perkara yang bersinggungan pelaksanaannya, inilah ada fungsi koordinasi. Kami dengan Kabareskrim dengan Jampidsus itu terbuka koordinasinya, gampang sekali kok," terangnya.

Karyoto mengatakan hubungan KPK dengan lembaga penegak hukum lain sudah sinergis. Karyoto menyinggung soal koordinasi antarlembaga dalam penanganan kasus korupsi.

"Karena pada prinsipnya, semua penanganan perkara antara penegak hukum ini sangat-sangat baik, sudah sinergis. Kalaupun misalnya Kejaksaan sudah duluan, kita ngalah. Kalau kita duluan, Kejaksaan ngalah atau Bareskrim juga," ucap Karyoto.

Isu Permintaan Hibah Perkara Dugaan Korupsi Kejagung

Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) menyebut KPK meminta perkara yang diselidiki Kejaksaan Agung. Koordinator MAKI Boyamin Samin mengungkap perkara itu terkait dugaan korupsi pembelian migas dari negara di Afrika.

"Jadi itu Kejaksaan Agung menangani dugaan korupsi pembelian migas dari sebuah negara di Afrika. Kejaksaan Agung yakin dengan pola itu kemarin mau penyidikan di awal-awal tahun," kata Koordinator MAKI Boyamin Salamin saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (25/3/2022).

Boyamin menduga perkara itu memang sengaja diminta oleh pimpinan KPK dalam rangka prestasi akhir tahun. Dia menyebut permintaan itu langsung ditujukan kepada pimpinan Kejaksaan Agung.

"Yang meminta adalah pimpinan KPK dan yang dimintanya adalah kepada pimpinan Kejaksaan Agung. Dan akhirnya Kejaksaan Agung ya sudahlah merelakan itu ditangani KPK, karena sesuai omongannya adalah untuk prestasi akhir tahun," lanjutnya.

Lihat juga video 'KPK Take Down Lagu Kolaborasi dengan Indra Kenz, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT