ADVERTISEMENT

Ketua RT di Tangsel Ungkap Sosok Teroris RS, Pernah Ditangkap di 2018

Khairul Ma'arif - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 16:37 WIB
Densus 88 Antiteror menggeledah eks kantor Sekretariat FPI di Petamburan usai Munarman ditangkap polisi. Ada sejumlah barang yang ditemukan di sana. Apa Saja?
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Tangerang Selatan -

Tersangka terorisme, RS (29), ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam perencanaan penyerangan di gedung DPR. Ketua RT 03 RW 03, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan, Yusuf Supriyadi, angkat bicara soal sosok RS ini.

"Ini penangkapan yang kedua kali. Sebelumnya (ditangkap dalam kasus) teroris juga sama sekitar tahun 2018, waktu itu RT-nya masih bapak saya," kata Yusuf saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/3/2022).

Yusuf menyebutkan RS sebelumnya ditangkap di rumah kontrakannya di lokasi tersebut. RS bebas dari penjara pada 2020.

"Ya baru bebas lah. Sekitar tahun 2020 akhir kalau tidak salah," katanya.

Yusuf mengaku kaget setelah bebas penjara, RS kembali ditangkap dalam kasus yang sama. RS ditangkap di Gunung Sindur, Bogor, pada Selasa (15/3) lalu. Rumah kontrakan RS kemudian digeledah dan Yusuf meyaksikannya.

"Penggeledahan saya suruh nyaksiin yang diamankan ada sangkur, buku-buku gede, buku tulis kecil, terus topi. Pokoknya ada 5 barang bukti kalau tidak salah ya," ungkapnya.

Ketua RT setempat, Yusuf menjelaskan soal penangkapan warga di TangselKetua RT setempat, Yusuf, menjelaskan soal penangkapan warga di Tangsel (Dok. Istimewa)


Penangkapan 3 Tersangka Teroris

Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan, tiga tersangka teroris yang ditangkap di Bogor, Tangerang Selatan (Tangsel), dan Jakarta Barat (Jakbar) berinisial RS, MR, dan HP, merupakan pendukung ISIS. Densus 88 membeberkan peran dari para tersangka.

"Itu pendukung ISIS," ujar Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/3).

Aswin menjelaskan, RS, yang merupakan warga Tangsel yang diciduk di Bogor, sudah memiliki rencana amaliah. RS diduga ingin menyerang gedung DPR, Jakarta Pusat (Jakpus).

"Berdasarkan informasi IT, berencana melakukan kegiatan amaliah di gedung DPR. Sering memposting video kekerasan yang dilakukan ISIS di Facebook," tuturnya.

Aswin membeberkan RS memiliki akun Facebook bernama Ana Ikhwan pada 16 Februari 2022 pernah membuat postingan mengaku ingin menyerang gedung DPR. Dia terang-terangan mengungkap rencana itu di Facebook.

"Tanggal 16 Februari 2022 tersangka dengan akun Ana Ikhwan memposting di halaman Facebook dengan isi 'terkadang kalau lihat pasangan suami istri, mesra-mesra romantis di tempat umum. Kenapa ya rasanya pengen pergi aja ke gedung DPR untuk amaliah'," terang Aswin.

Sementara itu, terkait peran dari tersangka MR dan HP, Aswin menyebut MR dan HP sebagai pendukung ISIS yang membuat poster propaganda dengan mengedit video hingga menyebarkan poster.

"Selaku editor video dan penerjemah grup Annajiyah Media Centre yang membuat dan menyebarkan poster-poster digital berisi propaganda bertujuan untuk membangkitkan semangat Jihad sehingga orang yang melihat terpicu melakukan jihad amaliah," katanya.

Diketahui, pada Selasa (15/3), Densus 88 kembali menangkap sejumlah tersangka teroris di Tanah Air. Tiga tersangka teroris ditangkap di Bogor, Tangerang Selatan (Tangsel), dan Jakarta Barat (Jakbar).

Lihat juga video 'Densus 88 Tangkap 4 Teroris di Tangerang Jaringan Jamaah Islamiyah':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT