Dicopot dari Komisaris Anak BUMN, Ketua JoMan: Sangat Bermotif Politik

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 14:38 WIB
Ketua JoMan Immanuel Ebenezer (Wildan-detikcom)
Ketua JoMan Immanuel Ebenezer (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer atau Noel dicopot dari jabatannya sebagai komisaris di anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Mega Eltra. Noel mengatakan integritas adalah segalanya.

"Apakah saya menerima pencopotan saya? Saya tegaskan saya menerima. Karena menurut saya, jabatan hanya sebuah genggaman tangan, tapi integritas adalah segala-galanya," kata Noel di PT Mega Eltra, Kamis (24/3/2022).

Noel menegaskan tidak mau bernegosiasi terkait jabatan tersebut. Menurutnya, integritas pribadi adalah hal utama.

"Saya tidak mau menggadaikan integritas saya atau bernegosiasi dengan jabatan saya. Saya tidak mau. Jadi saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah mau merusak integritas saya hanya karena sebuah jabatan," ujarnya.

"Saya bilang saya tidak haus jabatan. Jadi jangan kira, karena jabatan saya, saya harus ngemis-ngemis dan lobi-lobi sana-sini untuk tidak dicopot, tidak mungkin. Saya tidak akan melakukan hal itu," imbuhnya.

Dia menduga dirinya dicopot karena kepentingan politik. Menurutnya, ada beberapa individu di lingkar Presiden yang dendam terhadapnya.

"Karena saya lihat bahwa pemberhentian saya sangat bermotif politik sekali. Karena saya melihatnya ada di lingkaran Presiden yang memiliki dendam dan benci terhadap diri saya," jelasnya.

Noel mengakui sempat mengkritik beberapa kebijakan menteri di kabinet Jokowi. Menteri tersebut, kata Noel, memanfaatkan momen dirinya membela Munarman sebagai alasan untuk pencopotan jabatan.

"Karena ada beberapa kebijakan menteri yang selama ini saya kritik dan mereka mencari momentum, momentumnya paslah kemarin menjadi saksi yang meringankan Munarman. Saksi yang meringankan, bukan saksi yang membebaskan," tuturnya.

"Mereka coba kasih pesan, 'Hei, lihat, kami akan copot kamu' dan itu dibuktikan dengan sekarang saya dicopot. Tapi saya jawab lagi, 'Hei, saya tidak tunduk dan saya tidak mati. Saya tetap berdiri dan tetap mengepalkan tangan saya'. Karena saya bukan orang yang ketika ditekan tunduk, ketika dicopot saya mati. Tidak. Saya akan bangkit dengan kepalan tangan saya. Karena saya tidak akan pernah bisa dibungkam dengan hal murahan seperti ini," sambung Noel.

Pertimbangkan Langkah Hukum

Noel juga mengaku akan menempuh jalur hukum terkait pencopotan tersebut. Namun, dia belum menjelaskan langkah hukum apa yang akan diambil.

"Kawan-kawan Jokowi Mania akan melakukan langkah hukum di PTUN kemungkinan. Tapi coba saya pertimbangkan lagi," kata Noel.

Dia mengaku saat ini masih meminta surat pemberhentian dirinya. Dia mengatakan surat tersebut sangat penting.

"Itu biar nanti kawan kawan tim hukum kita, karena aku gak terlalu paham soal hukum itu sendiri. Saya gak berani menjawab, takut salah. Kan malu kalau Salah. Mungkin nanti tim hukum, karena saya lagi minta suratnya surat pemberhentian saya itu, karena itu penting sekali buat saya," ujarnya.

(haf/haf)