Pihak Korban Pertanyakan Keberadaan Emas di Kasus Penipuan Skema Ponzi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 18:21 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi hukum (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sidang terdakwa Budi Hermanto terkait penipuan emas skema Ponzi ditunda. Pihak korban meminta terdakwa menjelaskan keberadaan emas di kasus penipuan skema Ponzi itu pada sidang yang akan datang.

Sejatinya hari ini sidang digelar dengan agenda pembuktian, tetapi sidang itu ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang. Penundaan sidang itu karena terdakwa belum siap memberikan jawaban atas gugatan yang diajukan korban penipuan dan pencucian uang.

"Majelis Hakim, perkara Nomor 1907/Pid.B/2021/PN Tng menunda sidang karena Terdakwa dan penasihat hukumnya belum siap memberikan jawaban terhadap gugatan yang diajukan pada korban penipuan dan pencucian uang," kata kuasa hukum delapan korban, Rasamala Aritonang dari Visi Law Office, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/3/2022).

Rasamala menyesalkan ditundanya persidangan tersebut. Sebab, menurutnya, terdakwa maupun penasihat hukumnya telah mempersiapkan jawaban karena sidang telah ditunda 1 pekan.

Sidang tersebut akan kembali digelar pada Senin, 28 Maret mendatang. Rasamala meminta terdakwa menjelaskan terkait keberadaan emas yang menjadi hak korban penipuan.

"Kami berharap, pada persidangan berikutnya, Senin, 28 Maret 2022, Terdakwa dan penasihat hukumnya telah siap dengan jawaban dan menunjukkan iktikad baik untuk memulihkan kerugian para korban ini," katanya.

Rasamala mengatakan pihaknya juga telah dihubungi oleh sejumlah korban penipuan emas lainnya yang mengalami kerugian akibat perbuatan terdakwa. Ia meminta terdakwa menjelaskan keberadaan aset hasil penipuan itu.

"Banyaknya jumlah korban dan nilai kerugian yang sangat besar juga seharusnya bisa dijelaskan oleh Terdakwa, terutama tentang keberadaan aset dengan nilai yang diduga mencapai ratusan miliar atau hingga triliunan rupiah," kata Rasamala.

"Lebih dari itu, ke depan kami berharap, penggunaan Pasal 98 KUHAP semakin mendapat tempat dalam proses penegakan hukum di Indonesia, sehingga penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan pemulihan korban kejahatan benar-benar menjadi perhatian aparat penegak hukum di Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu, PPATK juga diminta menelusuri aset-aset hasil kejahatan terdakwa untuk memulihkan hak korban.

Sebelumnya, terdakwa perkara dugaan penipuan investasi emas dengan skema Ponzi kerugian Rp 1 triliun atas nama Budi Hermanto tengah diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Di sisi lain, ada pengajuan gugatan ganti rugi korban terhadap Budi Hermanto.

Perkara Budi Hermanto tercatat dengan nomor perkara 1907/Pid.B/2021/PN Tangerang. Total ada 13 korban dengan kerugian sekitar Rp 1 triliun dalam perkara itu.

Di sisi lain ada gugatan ganti rugi atau restitusi melalui Visi Law Office yang digawangi Febri Diansyah dan Donal Fariz serta Rasamala Aritonang. Febri menyebutkan ada delapan korban yang meminta bantuannya, tetapi hanya 2 orang yang masuk ke 13 korban.

"Maka Visi Law Office mengajukan ke hakim untuk tambahan pemeriksaan korban 6 orang lagi," ucap Febri saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/3/2022).

(yld/dhn)