Sentul City soal Lahan Bojong Koneng: Sejak Awal Kita Buka Diri Musyawarah

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2022 18:02 WIB
Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City).
Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City)
Bogor -

Konflik lahan di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, masih berlanjut. Head of Corporate Communication Sentul City David Rizar Nugroho mengatakan pihaknya mengutamakan jalur musyawarah.

"Sejak awal pun kita membuka diri untuk bermusyawarah untuk mencari win-win solution," jelas David dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/3/2022).

Salah satu opsi yang dia tawarkan, bagi masyarakat yang sudah telanjur membeli lahan dari oper alih garapan dan telah membuka usaha, masih bisa memakai lahan dengan cara bagi hasil. Selain itu, syarat keduanya adalah pemegang atas hak yang sah adalah Sentul City.

David menyebut dalang konflik lahan ini terjadi adalah mafia tanah. Dia mengatakan mafia tanah menjual lahan dengan harga murah kepada masyarakat dengan bukti hanya selembar surat oper alih garapan.

"Jadi sebenarnya jelas musuh kita jelas yakni mafia tanah. Mari kita hadapi bersama-sama. Kami dan masyarakat sama posisinya, yakni jadi korban," tegasnya.

Dia mengatakan Sentul City membuka ruang seluas-luasnya untuk bermusyawarah. Namun, jika pada akhirnya proses musyawarah menemui jalan buntu, penyelesaian akan melalui jalur hukum.

"Sentul City membuka ruang seluas-luasnya untuk bermusyawarah. Namun, jika pada akhirnya proses musyawarah menemui jalan buntu, penyelesaian melalui jalur hukum adalah pilihan terakhir," tegasnya.

Sebelumnya, rombongan anggota Komisi III DPR datang ke Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk mendengarkan aduan warga soal konflik lahan dengan Sentul City. Komisi III bakal memanggil Sentul City untuk meminta keterangan soal masalah yang terjadi.

"Insyaallah minggu depan kita akan mengundang pengembang (Sentul City) ke DPR RI untuk kita tanyakan apakah benar yang disampaikan masyarakat," kata Wakil Komisi III DPR RI Adies Kadir kepada wartawan, Kamis (17/3).

Merespons hal tersebut, Sentul City siap menerima panggilan DPR. Pihak Sentul City juga mengapresiasi pertemuan Komisi III DPR dengan warga.

(zap/jbr)