Pentingnya Pola Perekrutan ART Agar Kasus Penganiayaan Anak Tak Terulang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2022 02:47 WIB
Ilustrasi kekerasan pada anak
Ilustrasi kekerasan terhadap anak (Foto: Getty Images/iStockphoto/takasuu)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus penganiayaan dua asisten rumah tangga (ART) di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), terhadap dua anak majikannya yang berusia 3 tahun dan 1,5 tahun. KPAI berbicara pentingnya pola perekrutan ART yang harus menjadi perhatian pemerintah.

"Peristiwa di Cengkareng menandakan pentingnya pola perekrutan ART, jaminan menjadi ART mendapat perhatian pemerintah, pemerintah daerah dan Kementerian terkait," kata Kadivwasmonev KPAI Jasra Putra, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/3/2022).

Jasra membeberkan alasan mengapa pentingnya pola perekrutan ART harus diatur pemerintah. Sebab, kata dia, saat ini belum ada jaminan hukum terhadap profesi ART.

"Sehingga bila terjadi kekerasan kepada 2 anak yang dialami di keluarga Cengkareng, jaminan hukum buat keluarga dan ART akan sangat lemah," ucapnya.

Menurut Jasra, Indonesia sendiri belum mengakomodir perkembangan cara mengasuh anak karena sangat beragam, tergantung kondisi keluarga, luasnya tempat tinggal, penghasilan dan lingkungan di sekitar anak.

"Sehingga sangat penting Indonesia memiliki regulasi yang memayungi berbagai cara mengasuh anak, agar anak-anak seperti di Cengkareng dapat terselamatkan," ujarnya.

Selain itu, kata Jasra, himpunan organisasi ART juga pernah mengusulkan RUU ART agar profesi tersebut mendapat pengakuan hukum, jaminan hukum, perlindungan profesi dan etika bekerja sebagai ART. Sehingga, karena belum ada standar, Jasra khawatir kekerasan bakal terus terjadi.

"Bagi saya sangat penting diatur, kenapa? Karena mengasuh adalah pekerjaan yang tidak mengenal waktu, ibaratnya bisa lebih dari 24 jam. Apalagi profesi ART yang lebih banyak adalah menjaga anak. Sehingga mereka dituntut menjadi pengasuh pengganti, yang dalam Undang Undang Perlindungan Anak mereka disebut pengganti orang tua, yang harus bisa menjalankan amanah selayak orang tuanya," katanya.

"Hal ini yang belum pernah terstandardisasi. Kita berharap Indonesia segera memiliki UU Pengasuhan Anak dan UU ART. Agar fenomena kekerasan anak dalam rumah tangga dapat dikurangi," tambahnya.

Lihat juga video 'Pria di Purwakarta Aniaya Anak Tiri Gegara Sering Rewel':

[Gambas:Video 20detik]