Kemenkumham Terima Permohonan Naturalisasi Sandy Walsh-Jordi Amat

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 21:39 WIB
Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham, Baroto
Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham Baroto (dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah menerima surat rekomendasi naturalisasi tiga atlet sepak bola dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ketiga atlet yang direkomendasikan ialah Sandy Henny Walsh, Jordi Amat Maas, dan Shayne Elian Jay Pattynama.

Hal tersebut disampaikan Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham, Baroto. Dia menjelaskan Kemenkumham akan melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap permohonan pewarganegaraan ketiga pemain itu sesuai aturan khusus, yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

"Kita tidak sembarangan melakukan naturalisasi. Perlu ada pertanggungjawaban kepada masyarakat. Kita memfilter, screening, bahwa mereka memang layak diberi status WNI," kata Baroto dalam keterangannya, Jumat (18/3/2022).

Dia mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi secara mendalam terhadap dokumen persyaratan ketiga pemohon. Tak hanya itu, dia menyebut akan berkoordinasi dengan Kemenpora dan PSSI terkait kelayakan ketiganya menjadi WNI.

"Proses tidak hanya dilihat dari aspek legal formal saja. Tetapi juga lainnya. Dalam naturalisasi tiga pesepakbola tersebut, kami akan berkoordinasi dengan PSSI dan Kemenpora untuk memastikan apakah mereka layak untuk dinaturalisasi atau tidak," terangnya.Dia mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi secara mendalam terhadap dokumen persyaratan ketiga pemohon. Tak hanya itu, dia menyebut akan berkoordinasi dengan Kemenpora dan PSSI terkait kelayakan ketiganya menjadi WNI.

Baroto mengatakan verifikasi harus dilakukan karena tidak sembarang orang bisa dinaturalisasi. Harus ada jasa atau pertimbangan kepentingan nasional lainnya yang dapat dijadikan alasan agar orang tersebut bisa dinaturalisasi seperti tertuang dalam Pasal 20 UU Nomor 12 Tahun 2006.

"Proses pewarganegaraan bukanlah suatu hal yang mudah, kita harus membuktikan bahwa proses yang kita lakukan ini adalah orang yang memang kredibel dan bisa memberikan prestasi bagi olahraga dalam negeri," ujarnya.

(maa/haf)