ADVERTISEMENT

Tudingan Rasis di Balik Ricuh Stadion Dijawab Persikota Tangerang

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Feb 2022 06:02 WIB
Suasana Stadion Benteng, Kota Tangerang, Banten, Jumat (4/2/2022). Renovasi Stadion Benteng yang dapat menampung 75.000 penonton tersebut saat ini telah rampung dengan menghabiskan dana Rp 31 miliar. ANTARA FOTO/Fauzan/tom.
Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
Tangerang -

Pertandingan Persikota Tangerang melawan Belitong FC pada laga Liga 3 di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, diwarnai isu rasisme. Pelatih dan pemain Belitong FC asal Papua menjadi korban rasisme tersebut.

Teriakan rasis yang diduga dari pihak Persikota Tangerang itu kemudian memicu kericuhan seusai pertandingan. Kaca pintu kamar ganti Stadion Benteng Reborn Tangerang, pecah dalam kejadian itu.


Disoraki Suara Menirukan Monyet

Belitong FC mengunggah video yang merekam suara menirukan suara monyet itu melalui akun Instagram @belitong.fc. Teriakan menirukan suara monyet itu terjadi saat pemain dari Belitong FC sedang menggocek bola.

"Apakah kalian dengar suara menyerupai suara monyet pada rekaman video di atas? Ya suara tersebut berulang kali terdengar hampir sepanjang laga kemarin. Semoga kejadian ini tidak berulang di kemudian hari, demi kemajuan sepak bola Indonesia 🇮🇩. #saynotoracism #IndonesiaSATU," demikian captionvideo yang diunggah akun Belitong FC, dilihat Jumat (25/2/2022).

Pelatih Belitong FC Sesalkan Rasisme

Pelatih Belitong FC Ardiles Rumbiak menyesalkan tindakan rasisme yang diterima dirinya dan pemainnya, Rivaldo Wally alias Valdo, kala bertanding melawanPersikotadi Stadion Benteng, Kota Tangerang, Rabu (23/2) lalu. Ardilea menyebutkan pihak Persikota Tangerang menyebut mereka 'monyet'.

"Saya dan Valdo, kita berdua orang Papua. Saya sangat kecewa hari ini dengan pendukung Persikota Tangerang dan pemain-pemain Persikota. Mereka menyebutkan kita monyet, mereka bilang kita--(menyoraki)--dengan suara suara yang seperti monyet, pasti semua tahu ya saya kira itu semua tindakan rasisme," ujar Ardiles dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (25/2/2022).

Secara tegas Ardiles meminta agar rasisme dihentikan, khususnya dalam dunia persepakbolaan. Untuk itu, Ardiles mengatakan pihaknya akan mengadukan hal ini ke PSSI.

"Tolong berhentikan rasisme di dunia sepak bola Indonesia, tolong berhentikan. Dari Sabang sampai Merauke, kita sama-sama Indonesia. Pasti saya buat (laporannya), atas nama pribadi, karena ini menyangkut harkat dan martabat kita orang Papua," ucapnya.

Persikota Tangerang membantah, simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT