ADVERTISEMENT

Singkat Sidang Perdana Irjen Napoleon Diwarnai Debat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Mar 2022 20:07 WIB
Sidang Irjen Napoleon Kasus Penganiayaan M Kace
Sidang Irjen Napoleon Kasus Penganiayaan M Kace (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Sidang perdana Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus penganiayaan M Kace berujung penundaan. Sebelum ditunda, sidang juga diwarnai debat antara hakim ketua dan tim pengacara Napoleon.

Sejatinya hari ini jaksa akan membacakan surat dakwaan Irjen Napoleon terkait penganiayaan M Kace. Sejak awal sidang dibuka, persidangan ini sudah diwarnai beberapa kendala.

Kendala pertama itu adalah jaringan, Irjen Napoleon Bonaparte hadir sidang perdana secara virtual. Namun, saat majelis hakim membuka sidang, Napoleon tidak kunjung tampak di layar virtual pengadilan. Hal itu membuat hakim menegur jaksa penuntut umum.

"Jadi kita tunggu 5 menit lagi, kalau Saudara belum siap menghadirkan terdakwa, majelis akan tunda," kata hakim Djuyamto dalam sidang di PN Jaksel, Kamis (17/3/2022).

Majelis hakim memperingatkan jaksa untuk memperhatikan hal-hal seperti, dari persiapan ataupun saat pelaksanaannya. Apalagi, menurut hakim, kasus ini menyita perhatian publik.

"Tolong hal seperti ini diperhatikan, perkara ini kan perkara yang menyita perhatian masyarakat, tentu penetapan sidang-sidang sudah kita berikan jauh-jauh hari, persiapan ini dalam konteks menghadirkan secara daring harusnya dipersiapkan," kata hakim.

Irjen Napoleon Pegang Ponsel

Selang beberapa menit, Napoleon pun muncul dalam layar sebagai terdakwa. Tetapi ada hal menarik ketika Napoleon muncul, yakni dia terlihat seperti memegang ponsel.

Ketika majelis hakim hendak membuka sidang, Napoleon pun meletakkan ponsel itu kembali. Dia tidak lagi terlihat memainkan ponsel ketika sidang dibuka.

Ditjen Pemasyarakatan pun menjelaskan peristiwa itu. Menurut Ditjen Pas, ponsel yang dipegang Napoleon itu adalah ponsel petugas lapas.

Petugas lapas meminjamkan ponselnya karena Napoleon hendak berkomunikasi dengan tim pengacaranya yang berada di PN Jakarta Selatan. Hal itu diperbolehkan, mengingat Napoleon tidak diperkenankan memegang alat komunikasi karena dia terpidana kasus suap red notice Djoko Tjandra.

"Keterangan dari Kalapas Cipinang, kalau HP (handphone) yang digunakan adalah Hp milik petugas lapas, yang dipinjamkan untuk menghubungi Pak Ahmad Yani pengacaranya," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Rika Apriyanti.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT