Giliran Korban Trading Fahrenheit Lapor ke Polisi!

Giliran Korban Trading Fahrenheit Lapor ke Polisi!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Mar 2022 17:25 WIB
Investasi Bodong
Ilustrasi investasi bodong (Denny Pratama Putra/detikcom)
Jakarta -

Polda Bali menyelidiki laporan dugaan penipuan investasi online dengan ratusan orang menjadi korban, yaitu robot trading Fahrenheit, di wilayah Bali.

"Laporan belum saya terima, tapi kami akan tindak lanjuti dan selidiki terkait dengan laporan tersebut," kata Direskrimsus Polda Bali Kombes Hendri Fiuser, seperti dilansir Antara, Selasa (15/3/2022).

Ia mengatakan laporan yang diterima masih akan diproses lebih lanjut karena posisi pihak yang dilaporkan berpusat di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengakuan Korban

Sementara itu, salah satu korban dugaan penipuan investasi bernama Murni Wyati mengatakan diperkirakan ada 700 orang yang diduga menjadi korban investasi (robot trading Fahrenheit) yang dikelola oleh (PT FSP Akademi Pro) secara online.

Korban mengaku telah bergabung dengan investasi tersebut sejak Februari lalu dan mengalami kerugian pengurangan modal secara terus-menerus.

"Kami (tujuh orang) melaporkan penipuan investasi robot trading Fahrenheit yang dimanipulasi dan tidak sewajarnya. Anggota ada 700 sampai 1.000 orang, khusus di sekitar 700 dan ada paguyuban lain yang belum sampai di sini dan akan segera menyusul," jelas Murni.

Dikatakannya, investasi yang dilakukan para nasabah dari kisaran USD 500 sampai USD 1,5 juta.

"Awalnya aman-aman saja trading tiap hari profit, lalu pada tanggal 28 Januari itu diberhentikan dengan alasan mengurus perizinan. Dan dibekukan karena izinnya tidak lengkap, kemudian mereka menjanjikan 25 Februari akan trading dan bisa withdraw. Pada akhirnya tidak terjadi, diundur sampai 7 Maret, malamnya tiba-tiba trading lagi dan minusnya luar biasa. Yang terus-menerus tanpa stop sampai uang terkuras," katanya.

Pihaknya prihatin terhadap nasabah lain yang melakukan investasi sepenuhnya karena kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19. Ia menyayangkan PT FSP Akademi Pro bukannya memberikan solusi tetapi justru musibah.

ADVERTISEMENT

Simak juga video 'Terseret Kasus Trading Investasi, Doni Salmanan Diperiksa Pekan Depan':

[Gambas:Video 20detik]




Maka, pada Senin, pukul 09.00, Wira bersama enam orang lainnya mendatangi Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali untuk melaporkan dugaan penipuan investasi tersebut.

Korban di Jakarta Akan Lapor Bareskrim

Sementara itu, seorang pria bernama Chris, yang mengaku menjadi korban trading robot PT Fahrenheit, melapor ke Bareskrim Polri. Chris mengaku merugi hingga Rp 10 miliar.

"Kami ingin melaporkan PT Fahrenheit Robot Trading dan juga CEO-nya, Hendri Susanto, karena sampai detik ini Hendri Susanto nggak bisa dihubungi, jadi ya kami memutuskan untuk mengambil tindakan hukum," kata Chris di Bareskrim Polri, Selasa (15/3).

"Total kerugiannya di atas Rp 10 miliar kalau yang saya dengar Fahrenheit itu sampai dengan Rp 5 triliun," tambahnya.

Dia mengaku belum mengetahui apakah ada korban robot trading Fahrenheit lain yang melapor ke Bareskrim. Dia pun berinisiatif melaporkan robot trading tersebut.

"Per hari Senin kemarin, saya lihat di berita berdasarkan berita yang saya baca belum ada laporan masuk sehingga kami berinisiatif ingin melaporkan robot trading Fahrenheit," ujarnya.

Chris mengatakan terdapat grup yang berisi 190 orang korban robot trading Fahrenheit.

"Ada, ada grup para korban, terdiri dari 190 member tapi yang mendaftarkan laporan hanya 90 sampai 100 orang," ujarnya.

Dia berharap pihaknya sebagai korban robot trading Fahrenheit bisa mendapatkan keadilan. Dia berharap nantinya proses hukum laporannya bisa berjalan seperti kasus trading penipuan lainnya.

"Harapan kami ke sini ingin mendapatkan keadilan yang tegak lurus karena kan kita tau Binomo sudah mendapatkan berita yang baik untuk para member yang rugi, Viral Blast dan juga beberapa robot trading yang lain yang sudah scan juga sudah mendapatkan keadilan lah ya, proses hukumnya berjalan tapi yang saya lihat satu minggu ini belum ada jadi saya berharap dengan kedatangan saya beserta lawyer saya dan juga tim saya, kita bisa mendapatkan keadilan," paparnya.

Halaman 3 dari 2
(jbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads