ADVERTISEMENT

Survei LSJ: Prabowo Teratas Diikuti Ganjar-Anies, Cak Imin-Airlangga 0,7%

Matius Alfons - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 13:56 WIB
Prabowo - Ganjar - Anies (Dok. detikcom)
Prabowo-Ganjar-Anies (Dok. detikcom)
Jakarta -

Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis hasil survei berkaitan dengan elektabilitas bakal calon presiden dalam Pemilu 2024. Hasilnya, Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi diikuti dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Hasil elektabilitas tersebut didapatkan berdasarkan survei yang diselenggarakan pada 18-28 Februari 2022 di 34 provinsi di Indonesia. Survei melibatkan 1.225 responden dengan teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Kemudian, margin of error survei LSJ ini adalah +/- 2,8% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka (face to face interview) dengan responden dengan bantuan kuesioner.

Berikut ini hasil elektabilitas sejumlah nama jika Pilpres 2024 dilakukan hari ini:

1. Prabowo Subianto 27,2%
2. Ganjar Pranowo 16,3%
3. Anies Baswedan 15,6%
4. Sandiaga Uno 7,9%
5. Ridwan Kamil 5,8%
6. Basuki Tjahaja Purnama 5,2%
7. Dedi Mulyadi 2,9%
8. Erick Thohir 2,2%
9. Agus Harimurti Yudhoyono 2,1%
10. Moeldoko 1,9%
11. Gatot Nurmantyo 0,9%
12. Mahfud Md 0,9%
13. Puan Maharani 0,8%
14. Tri Rismaharini 0,7%
15. Muhaimin Iskandar 0,7%
16. Airlangga Hartarto 0,7%
17. Belum punya pilihan 8,2%

Berdasarkan hasil survei tersebut, terekam bahwa sebanyak 27,2% menyatakan akan memilih Menteri Pertahanan Prabowo Subianto jika Pilpres dilaksanakan hari ini. Kemudian 16,3% responden mengaku akan memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan 15,6% responden memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, di posisi keempat muncul nama Menparekraf Sandiaga Uno dengan elektabilitas 7,9% dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 5,8%. LSJ mencatat kelima nama tokoh tersebut selama ini juga sudah mapan di posisi 5 besar hampir di semua survei dan tokoh-tokoh lain, seperti sulit menembus posisi the big five tersebut.

"Hasil survei LSJ menegaskan Prabowo Subianto memiliki tingkat elektabilitas paling signifikan, alias tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain yang disebut-sebut bakal maju dalam kontestasi Pilpres 2024," kata Peneliti Senior LSJ Fetra Ardianto saat memaparkan hasil survei LSJ, Senin (14/3/2022).

Lihat juga video 'Survei PRC-PPI: Ganjar Pranowo Ungguli Anies Hingga Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya hasil survei soal penundaan pemilu di halaman berikutnya.

Tak cuma itu, Fetra mengatakan hasil elektabilitas ini juga menandakan elektabilitas Prabowo belum tergoyahkan sejak 1,5 tahun lalu. Prabowo dinilai masih menjadi salah satu yang memiliki elektabilitas tertinggi.

"Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto belum tergoyahkan sejak lembaga-lembaga riset melakukan survei sejak 1,5 tahun lalu," ucapnya.

Mayoritas Responden Puas Kinerja Jokowi tapi Tolak Penundaan Pemilu

Selain survei elektabilitas, LSJ juga merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasilnya, mayoritas responden atau 67,4% responden puas terhadap kinerja Jokowi.

Berikut ini hasilnya:
- Puas/sangat puas 67,4%
- Tidak/kurang puas 26,8%
- Tidak tahu/tidak menjawab 2,8%

"Hasil survei LSJ menunjukkan bahwa mayoritas publik (67,4%) mengaku puas terhadap kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini. Hanya 28,8% yang mengaku tidak atau kurang puas terhadap kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Sedangkan 3,8% menjawab tidak tahu atau tidak dapat memberi tanggapan," ucap Fetra.

Kemudian hasil survei kepuasan kinerja Jokowi ini disandingkan dengan isu penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Jokowi. LSJ merekam meski mayoritas responden puas, tapi mayoritas juga menolak penundaan pemilu.

Berikut hasilnya:
- Tidak setuju penundaan pemilu 71,2%
- Setuju penundaan pemilu 23,7%
- Tidak tahu/tidak menjawab 11,4%

"Ini berarti bahwa meskipun mayoritas publik puas dengan kinerja Presiden Jokowi tetapi mereka menolak usulan perpanjangan masa jabatan Jokowi," imbuh Fetra.

(maa/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT