SDN Tangerang 14 Terapkan Kombinasi Pembelajaran Luring-Daring

Khairul Maarif - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 12:50 WIB
Suasana pembelajaran luring di SDN 14  Tangerang (Khairul detikcom)
Foto: Suasana pembelajaran luring di SDN 14 Tangerang (Khairul detikcom)
Tangerang -

SD Negeri 14 Tangerang menerapkan pembelajaran kombinasi secara luring dan daring. Kombinasi pembelajaran ini dilakukan setelah adanya evaluasi atas pembelajaran daring kelas 6 pada pekan lalu.

Kepala Sekolah SD Negeri 14 Tangerang, Wawat Tustiawati, mengatakan pada pekan lalu kelas 6 menerapkan PTM terbatas dengan sistem 50% dibagi dua sesi. Menurutnya, sistem pembelajaran itu berjalan dengan baik hingga pihaknya menambah jumlah kelas yang menggelar PTM terbatas yaitu untuk kelas 4 dan 5.

"Kebetulan juga di jadwal sedang melakukan kegiatan penilaian tengah semester (PTS) di 3 level kelas. Kalau untuk kelas 1, 2 dan 3 kami mengambil keputusan tetap mereka melakukan PTS di bidang mulok atau di bidang pelajaran lain di rumah. Jadi kami ambil kombinasi antara daring dan luring," katanya kepada wartawan saat ditemui, Senin (14/3/2022).

Menurutnya sistem kombinasi ini dilakukan karena untuk mengantisipasi kerumunan mengingat jumlah siswa di SDN Tangerang 14 cukup banyak.

"Mengingat jumlah siswa di sini kan satu komplek kebetulan saya juga di UPT SDN 12, itu nanti terlalu banyak nanti takutnya berkerumun dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kontroling orang tua kan kalau kelas 1, 2 masih ditunggu orang tua ya," tambahnya.

Wawat menjelaskan sistem pembelajaran kombinasi luring-daring ini dilakukan secara bergantian dalam setiap pekannya. Nantinya tiap pekannya akan ada tiga kelas yang luring serta daring.

"Bergantian, jadi di minggu ini hari Senin, Selasa, Rabu itu kelas 4,5,6. Nanti Kamis Jumat Sabtu kelas 1,2,3," bebernya.

Menurutnya untuk kelas yang menerapkan pembelajaran secara luring di sekolah memiliki jam istirahat. Namun, untuk siswa yang istirahat tidak diperkenankan untuk ke luar kelas.

Sementara itu, untuk durasi belajar siswa yang sekolah luring maksimal tiga jam.

"Ada, misalkan dari jam 7 sampai jam 09:30, jadi biar mereka nggak jenuh juga. Diberikan waktu istirahat tetapi tidak diberikan izin keluar (kelas) jadi makan di kelas. Iya tiga jam biasa, bukan tiga jam pelajaran. Karena satu jam pelajaran sekarang hanya 30-35 menit," ungkapnya.

Dia mengungkapkan SDN Tangerang 14 memiliki 277 siswa dari kelas 1-6. Setiap pembelajaran luring ada sekitar 150 siswa yang mengikutinya.

"Kalau di sini hanya 277, itu satu sekolah. Jadi hanya sekitar 150-an lah. Nah makanya ini gimana caranya kita tadi tidak keluar dan berkerumun. Tapi ada juga sih mereka yang kadang masih berada di kampung, sakit, kita tidak paksakan,"ucapnya.

Wawat mengaku sebelum penerapan pembelajaran kombinasi seperti ini sudah dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Dia menegaskan setiap ada keputusan baru selalu menyampaikannya kepada wali murid melalui berbagai macam platform online.

"Setiap kita ada keputusan kita sosialisasikan kepada orang tua murid, baik itu melalui WA masing-masing kelas atau komite atau juga melalui zoom meeting. Kita sampaikan, dan persyaratannya mereka kan bisa PTM harus vaksin," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali membuka pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada 7 Maret mendatang dengan kapasitas 50 persen. Sebelumnya PTM terbatas ditutup pada akhir Januari lalu karena peningkatan kasus COVID-19.

"Atas rekomendasi Dinas Kesehatan dan sejumlah lembaga lainnya, tak terkecuali Wali Kota Tangerang, maka pekan depan PTM Terbatas akan kita buka kembali pada tingkat SD dan SMP. Namun masih terbatas hanya 50 persen saja," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin dari keterangan yang diterima wartawan, Jumat (4/3/2022).

Dia mengatakan pada tahap awal PTM Terbatas hanya diikuti siswa kelas 6 SD dan 9 SMP di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta. Jamal mengaku sudah menurunkan tim sejak tiga hari lalu untuk mengecek kebersihan, kesiapan sarana-prasarana, hingga pengecekan capaian vaksinasi.

"Hasilnya, Dindik sudah memastikan semua sekolah telah dibersihkan dan didisinfektan sehingga siap untuk melangsungkan PTM Terbatas. Kalau secara SOP sama seperti PTM Terbatas lalu, salah satunya kantin yang masih tidak boleh beroperasional. Dianjurkan membawa bekal, rutin cuci tangan, selalu pakai masker, dan diwajibkan langsung pulang," ucap Jamal.

Simak juga 'Sederet Aturan Baru PPKM Level 2 Jawa-Bali, Termasuk WFO-PTM':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/ygs)