PJJ di Tangsel Dilanjutkan, Walkot: Kasus COVID-19 Masih Tinggi

Khairul Maarif - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 20:24 WIB
Siswa siswi menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga RW 05 Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (27/8/2020). WiFi gratis ini disediakan oleh swadaya warga RW 05 guna membantu anak-anak yang melakukan pembelajaran jarak jauh yang terkendala dengan kuota internet.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Tangerang Selatan - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Tangerang Selatan dilanjutkan hingga 25 Februari 2022. Hal ini menyusul persebaran kasus positif COVID-19 yang masih tinggi.

"Kita perpanjang sampai dengan 25 Februari PJJ-nya. Pertimbangannya hanya peningkatan kasus COVID-19 aja," ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

Menurutnya, keputusan ini diambil sesudah dilakukan berbagai evaluasi dari para pihak (stakeholder) terkait. Benyamin mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di wilayahnya akan kembali digelar saat kasus harian positif COVID-19 melandai.

Menurutnya, PJJ ini juga akan dilakukan evaluasi pelaksanaannya sesuai dengan kondisi COVID-19.

"PJJ kita evaluasi jadi dalam laporan dari Diinas Pendidikan setelah musyawarah dengan dewan pendidikan para pengawas dan beberapa tokoh masyarakat. Apakah setelah 25 Februari ini kalau angkanya terus landai bisa saja kita lakukan PTM terbatas di Tangsel seperti itu. Sangat tergantung kasus hariannya seperti apa," tambahnya.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel menyelenggarakan PJJ untuk tingkat SD-SMP sejak 7 Februari 2022. Kala itu, PJJ ini dilakukan usai masifnya penemuan kasus positif COVID-19 di sekolah. Hingga dilaporkan ada ratusan murid yang tertular COVID-19 pada saat itu.

Saat itu, pelaksanaan PJJ direncanakan selama 14 hari ke depan hingga Jumat (18/2) setelah melakukan musyawarah kepada instansi terkait dan para orang tua murid.

"Karena sekarang ada 16 SMP yang terkonfirmasi penyelenggaraannya terpapar COVID-19. Kalau murid yang terpapar COVID-19 kurang lebih 835 orang sampai dengan kemarin makanya diambil keputusan PJJ," kata Benyamin kepada wartawan, Jumat (4/2).

"Tetapi sudah diputuskan dengan dewan pendidikan, dengan pengawas, dengan beberapa perwakilan guru, para tokoh masyarakat itu kita PJJ paling tidak untuk 14 hari kedepan, sambil kita melihat perkembangan seperti apa, untuk semua sekolah," imbuhnya. (jbr/jbr)