ADVERTISEMENT

Kota Tangerang Kembali Terapkan PTM Terbatas Pekan Depan

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 17:43 WIB
Sejumah siswa-siswi mengikuti pembelajaran tatap muka di kawasan SDN Rawa Badak Selatan 01, Koja, Jakarta Utara, Jumat (4/2/2022). Saat ini pembelajaran tatap muka 50 persen kembali diberlakukan di Jakarta.
Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Tangerang -

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali membuka pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada 7 Maret mendatang dengan kapasitas 50 persen. Sebelumnya PTM terbatas ditutup pada akhir Januari lalu karena peningkatan kasus COVID-19.

"Atas rekomendasi Dinas Kesehatan dan sejumlah lembaga lainnya, tak terkecuali Wali Kota Tangerang, maka pekan depan PTM Terbatas akan kita buka kembali pada tingkat SD dan SMP. Namun masih terbatas hanya 50 persen saja," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin dari keterangan yang diterima wartawan, Jumat (4/3/2022).

Dia mengatakan pada tahap awal PTM Terbatas hanya diikuti siswa kelas 6 SD dan 9 SMP di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta. Jamal mengaku sudah menurunkan tim sejak tiga hari lalu untuk mengecek kebersihan, kesiapan sarana-prasarana, hingga pengecekan capaian vaksinasi.

"Hasilnya, Dindik sudah memastikan semua sekolah telah dibersihkan dan didisinfektan sehingga siap untuk melangsungkan PTM Terbatas. Kalau secara SOP sama seperti PTM Terbatas lalu, salah satunya kantin yang masih tidak boleh beroperasional. Dianjurkan membawa bekal, rutin cuci tangan, selalu pakai masker, dan diwajibkan langsung pulang," ucap Jamal.

Jamal mengungkapkan PTM terbatas ini akan dilakukan evaluasi jika sudah berlangsung sepekan. Dia menyebut telah menurunkan tim untuk pendataan ulang terkait pencapaian vaksinasi pelajar.

"Jika dinilai aman diberlangsungkan, maka PTM Terbatas akan diikuti siswa kelas lainnya secara bertahap dan bergilir. Kalau vaksinasi guru sudah dipastikan maksimal, hanya tersisa guru-guru yang punya komorbid. Pelajar pada 6-11 tahun capaian vaksin sudah 162.390 anak atau 87,3 persen dan 121.645 anak atau 65,4 persen. Sedangkan umur SMP didata Dinkes tergabung pada kategori remaja, angka ini yang perlu kita sisir, pastikan dan maksimalkan capaiannya," tutur Jamal.

Dia mengimbau seluruh wali murid menuruti seluruh aturan PTM terbatas, di antaranya harus mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Selain itu, para guru dan kepala sekolah untuk memastikan keamanan atas keberlangsungan PTM Terbatas. Ini membutuhkan kerjasama semua pihak, untuk dunia pendidikan yang lebih baik lagi," pungkasnya.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT