ADVERTISEMENT

Tentang Gunungan di Logo Halal Baru yang Jadi Sorotan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 08:13 WIB
Label Halal Indonesia
Logo halal baru (Dok. Kemenag)

Sedangkan logotype berupa tulisan halal Indonesia yang berada di bawah bentuk gunungan dan motif surjan. Dalam pengaplikasiannya, kedua komponen label ini tidak boleh dipisah.

Secara detil, warna ungu Label Halal Indonesia memiliki Kode Warna #670075 Pantone 2612C. Sedangkan warna sekunder hijau toska memiliki Kode Warna #3DC3A3 Pantone 15-5718 TPX.

Pengamat sosial ekonomi Anwar Abbas sebelumnya menyoroti desain halal yang bentuknya seperti gunungan wayang. Anwar menjelaskan bahwa masalah sertifikasi ini sudah diatur dalam UU. Fatwa halal sendiri masih menjadi wewenang MUI.

"Masalah sertifikasi halal dan logonya dulu memang ada di MUI karena memang masalah tersebut hanya diurus oleh MUI. Tapi setelah keluar UU tentang jaminan produk halal maka urusannya telah berpindah dari MUI kepada BPJPH. Tapi meskipun demikian, fatwa menyangkut masalah kehalalan produk menurut UU yang ada memang masih menjadi tanggung jawab MUI," kata Anwar Abbas kepada wartawan, Minggu (13/3).

Namun, dia menyayangkan desain logo halal baru yang dikeluarkan oleh BPJPH. Soalnya, dia menyebut logo ini di luar pembicaraan saat awal.

"Cuma sayang dalam logo yang baru kata MUI sudah hilang sama sekali, padahal dalam pembicaraan di tahap-tahap awal saya ketahui ada tiga unsur yang ingin diperlihatkan dalam logo tersebut yaitu kata BPJPH, MUI dan kata halal," ujarnya.

Dia juga mengatakan banyak orang yang tidak melihat kata 'halal' dalam logo itu. Namun, kata dia, yang tampak justru gunungan dalam dunia wayang.

"Tetapi banyak orang mengatakan kepada saya setelah melihat logo tersebut yang tampak oleh mereka bukan kata 'halal' dalam tulisan Arab tapi adalah gambar gunungan yang ada dalam dunia pewayangan. Jadi logo ini tampaknya tidak bisa menampilkan apa yang dimaksud dengan kearifan nasional tapi malah ketarik ke dalam kearifan lokal karena yang namanya budaya bangsa itu bukan hanya budaya Jawa, sehingga kehadiran dari logo tersebut menurut saya menjadi terkesan tidak arif," tuturnya.


(rfs/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT