ADVERTISEMENT

PKS Kritik Logo Halal Baru Rumit, Minta Kemenag Tinjau Ulang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 05:45 WIB
Ketua DPP PKS dan Anggota Komisi VIII DPR, Bukhori Yusuf
Bukhori (dok. Pribadi)
Jakarta -

Logo halal baru yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) menuai pro dan kontra. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Bukhori mengkritik label halal baru karena seharusnya logo berfungsi untuk menyederhanakan yang rumit, bukan sebaliknya.

"Terkait dengan logo, logo itu seharusnya fungsinya adalah menyederhanakan yang rumit. Memperjelas yang berserakan. Jadi tidak justru sebaliknya, merumitkan yang jelas," ujar Bukhori saat dihubungi, Minggu (13/3/2022).

Bukhori meminta Kemenag agar meninjau ulang logo halal yang baru itu. Pasalnya, label halal sangat berkaitan dengan kehidupan banyak orang, mulai dari makanan hingga minuman.

"Nah karena itu kami meminta Kemenag untuk meninjau tentang logo itu. Karena logo ini ada kaitannya dengan persoalan masalah hajat semua orang. Jadi hajat semua orang yang berhubungan dengan semua hajat kehidupan, mulai makan, minum, pakaian, dan seterusnya. Logo halal itu alangkah baiknya memang menyederhanakan sesuatu yang rumit tapi jelas," tuturnya.

"Orang dalam waktu 1-11 detik itu sudah paham gitu, apa maksudnya (logo ini)? Halal gitu kan? Halal. Kami minta supaya Kemenag itu juga mempertimbangkan dari aspek etika, tidak hanya mengedepankan estetika, tapi substantifnya harus diperhatikan," sambung Bukhori.

Sementara itu, Bukhori meminta agar label halal MUI tetap dihargai. Dia menyebut setidaknya logo itu masih bisa berlaku selama 5 tahun ke depan.

"Bagaimanapun juga bahwa logo halal itu telah menjadi atau telah mendasari suatu gerakan halal dalam berbagai bidang sebelum adanya UU. Harusnya itu tetap dihargai. Walau memang dibatasi dalam UU maksimalnya itu bisa berlaku sampai 5 tahun sejak diterbitkannya UU," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Saksikan Video 'Logo Halal Disoal, Kemenag Jelaskan Filosofinya':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT