ADVERTISEMENT

Tentang Gunungan di Logo Halal Baru yang Jadi Sorotan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 08:13 WIB
Label Halal Indonesia
Logo halal baru (Dok. Kemenag)
Jakarta -

Desain label halal baru yang berbentuk gunungan mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Apa makna gunungan di label halal teranyar itu?

Seperti dilihat di laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Senin (14/3/2022), Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham menjelaskan bahwa label halal terbaru secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Penetapan label halal baru itu dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal. Surat ditetapkan pada 10 Februari 2022, ditandatangani oleh Kepala BPJPH dan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022.

"Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk gunungan dan motif surjan atau lurik gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia," kata Aqil Irham.

"Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf Arab yang terdiri atas huruf Ḥa, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal," lanjutnya menerangkan.

Bentuk tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling jiwa, rasa, cipta, karsa, dan karya dalam kehidupan, atau semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Sedangkan motif surjan yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di bagian leher baju surjan memiliki 3 pasang kancing yang semuanya menggambarkan rukun iman.

Selain itu, motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas.

"Hal itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk," imbuh Aqil Irham.

Label halal terbaru menggunakan warna ungu sebagai warna utama label dan hijau toska sebagai warna sekundernya.

"Ungu adalah warna utama Label Halal Indonesia. Warna ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Sedangkan warna sekundernya adalah Hijau Toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan," jelas Aqil Irham.

Sekretaris BPJPH Arfi Hatim menyebut label halal terbaru terdiri dari dua komponen yakni logogram dan logotype. Logogram berupa bentuk gunungan dan motif surjan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'Logo Halal Disoal, Kemenag Jelaskan Filosofinya':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT