Cerita Babeh Idin Susuri Sungai dari Bogor ke Jakut dengan Getek Gedebok

ADVERTISEMENT

Inspirasi

Cerita Babeh Idin Susuri Sungai dari Bogor ke Jakut dengan Getek Gedebok

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Minggu, 13 Mar 2022 15:04 WIB
Babeh Idin di Hutan Kota Sangga Buana, dekat Kali Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jaksel, 8 Maret 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Babeh Idin di Hutan Kota Sangga Buana, dekat Kali Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jaksel, 8 Maret 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Babeh Idin adalah jawara lingkungan yang berjasa menghijaukan bantaran Kali Pesanggrahan di Hutan Kota Sangga Buana. Peraih Kalpataru tahun 2013 ini mengawali aksi peduli lingkungannya dengan petualangan kolosal.

"Jadi dulu kali ini dibuat menjadi tempat pembuangan sampah. Kalau ada banjir, yang disalahin kalinya. Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut," tutur Babeh Idin kepada detikcom di Hutan Kota Sangga Buana tak jauh dari Kali Pesanggrahan, Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (8/3) lalu.

Pria 66 tahun bernama asli Chaerudin ini menceritakan peristiwa awal 1990-an. Saat itu dia melihat Kali Pesanggrahan ini kotor. Rasa kesal mendorongnya untuk menempuh perjalanan mencari akar masalah pencemaran sungai. Dia kemudian naik gunung untuk melihat langsung hulu sungai.

"Naik gunung, bahasa kerennya survei, tapi aslinya pengin tahu kondisi alam bagaimana. Orang-orang yang ikut naik gunung waktu itu sekarang sudah pada meninggal kebanyakan," kata dia mengingat lelakunya di masa lalu.

Babeh Idin sampai di Mandalawangi, telaga di kaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, hulu Ciliwung. Dia juga sempat mengunjungi hulu-hulu sungai lainnya, seperti hulu Sungai Citarum dan Hulu Kali Pesanggrahan. Kesimpulan yang dia dapatkan kala itu adalah tak ada lagi orang-orang yang peduli secara serius dengan sungai, yang tersisa adalah kenangan soal 'aki-aki' penjaga sungai.

"Saya kadang tanya ke aki-aki yang jaga sungai, dia bilang dulu di sungai ditanami kirai (pohon rumbia atau sagu), sekarang udah nggak ada, udah digusur, dibikin perumahan-perumahan," tutur Babeh Idin.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT