6 Fakta Demo Tolak Pemekaran Papua Ricuh Hingga Polisi Luka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2022 06:46 WIB
Demo mahasiswa Papua di depan kantor Kemendagri, Jl Veteran I, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan (Screenshot video viral)
Demo mahasiswa Papua di depan kantor Kemendagri, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan (Screenshot video viral)
Jakarta -

Demo kelompok mahasiswa Papua di Jl Veteran III, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Massa melakukan tindakan anarkistis yang mengakibatkan lima anggota polisi terluka.

Salah soerang korban, perwira polisi, AKBP Ferikson Tampubolon mengalami luka di kepala setelah dipukul besi oleh peserta demo. Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat itu kini masih dirawat di rumah sakit.

Demo terjadi pada Jumat (11/3) siang. Adapun, tuntutan massa demo adalah menolak pemekaran Papua.

"Jadi ini mereka menyampaikan pendapat di muka umum, menyampaikan aspirasi tentang penolakan pemekaran Papua, pada intinya," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2022).

Simak fakta-fakta terkait demo mahasiswa Papua yang berujung ricuh yang kami rangkum sebagai berikut:

1) Demo Tak Kantongi Izin Polisi

Demo kelompok mahasiswa Papua ini tidak memiliki izin dari pihak kepolisian. Polisi tidak memberikan rekomendasi kepada massa aksi.

"Mereka melakukan aksi ini tanpa pemberitahuan dan tanpa rekomendasi dari pihak kepolisian. Karena kita tahu dalam penyampaian pendapat di muka umum harus menyampaikan pemberitahuan dan rekomendasi untuk kita setting pengamanannya, pelayanannya," kata Hengki.

2) Pendemo Paksa ke Istana

Hengki mengatakan massa demo memaksa masuk ke istana. Yang mana, sesuai Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, demo tidak boleh dilakukan di obyek vital.

"Dan pagar luar istana itu adalah 100 meter. Apa yang terjadi? Mereka menempel di gedung belakang istana," imbuh Hengki.

Massa membawa bendera bintang kejora saat demo di depan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

3) Demo Berakhir Ricuh

Massa mahasiswa Papua menutup jalan saat melakukan demo. Demo mulai ricuh ketika polisi membarikade massa yang memaksa demo di depan istana.

"Mereka sudah kita imbau bergeser ke tempat yang sudah kita tentukan, tetapi menolak bahkan menutup jalan. Lebih fatal lagi melakukan perlawanan dengan menggunakan alat, melakukan penganiayaan terhadap pihak kepolisian yang notabene adalah menjaga, mengamankan, melayani aksi mereka," paparnya.

Simak video 'Mahasiswa Papua Mengaku Temannya Dipukul Polisi Saat Demo':

[Gambas:Video 20detik]




Simak fakta lain di halaman berikut.