detikcom Do Your Magic

Krisis Air Bersih Rusunami City Garden, LBH: Somasi dari Warga Dilayangkan

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 20:01 WIB
Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Warga Rumah Susun Milik (Rusunami) City Garden di Cengkareng, Jakarta Barat, telah melayangkan somasi kepada pihak pengelola dan pengembang (developer) Rusun. Pihak warga berharap mendapat akses air bersih dari PAM sebagaimana janji pengembang di brosur 12 tahun lalu.

"Iya betul, sudah dilayangkan," kata pengacara publik LBH Jakarta yang mengadvokasi warga Rusun City Garden, Charlie Albajili, saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2022).

Charlie menyebut somasi tersebut dilayangkan pada Kamis (10/3) kemarin. Surat somasi juga telah diterima oleh pihak pengelola dan pengembang rusun.

"Diterima oleh developer dan pengelola," ungkap Charlie.

Hingga saat ini belum ada tanggapan terkait tanggapan pihak pengembang dan pengelola rusun. Diketahui pengembang atau developer Rusunami City Garden itu adalah PT Reka Rumanda Agung Abadi, sedangkan pengelolanya adalah PT SCP.

Diketahui posisi LBH saat ini sebagai pengawal dan penasihat hukum bagi warga Rusunami. Sebelumnya, pihak warga menjelaskan persoalan yang dialami warga Rusunami bisa ditempuh ke jalur hukum.

"Karena tidak ada jalan keluar antara warga dan pengelola ataupun warga dengan developer. Nggak ada titik temu. Makanya yang paling bener itu dibawa ke tengah, dalam kata ke pengadilanlah, ke jalur hukum," ujar Ketua Koordinator Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rusunami City Garden (P3CG) Rudy Usman ditemui di Pluit, Jakarta Utara, 25 Februari lalu.

Gara-gara tidak tersedianya air bersih yang dijanjikan di awal oleh pengembang, yakni janji fasilitas air PAM, para warga mengalami kerugian materiil. Bahkan kini warga Rusunami pun harus merogoh kocek sendiri untuk mendapatkan air bersih yang layak.

"Dengan kondisi itu, akhirnya dibantu teman-teman LBH, kalau memang mau dibantu teman-teman LBH juga akan support agar warga City Garden mendapat keadilan," sambungnya.

"Karena kita arahnya kan buktinya kan janjinya ada, buktinya juga ada bahwa developer sudah menjanjikan air bersih dan lain-lain," kata Rudy.

Brosur Rusunami City Garden. (Dok Istimewa)Brosur Rusunami City Garden. (Dok Istimewa)
PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) Rusunami City Garden yang ditunjukkan warga Rusun. (Dok Istimewa)PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) Rusunami City Garden yang ditunjukkan warga Rusun. (Dok Istimewa)

Mereka berharap somasi dari warga bakal dijawab dan direspons dengan positif oleh pihak pengembang dan pengelola. Dengan demikian, krisis air bersih selama 12 tahun bisa segera berakhir dan warga bisa hidup lebih baik di Rusunami.

"Harapannya sih dijawab ya. Kalau misalnya dijawab tidak ada solusi berarti kita akan lanjut ke langkah berikutnya, somasi kedua," sambungnya.

Rudy mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk melayangkan somasi kepada pihak pengelola dan developer Rusunami. Namun, dia memastikan mereka memiliki fakta dan bukti kuat soal pihak Rusunami menjanjikan air bersih

"Karena permintaan kami sederhana dan tidak muluk juga. Ini kan yang minta satu gedung ya. Jadi sebenarnya keinginan warga sepele ya, kita ingin air bersih dihadirkan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, janji yang diberikan pengembang rusun berupa penyediaan air PAM ternyata tidak dirasakan realisasinya oleh warga rusun. Belakangan, warga dipersilakan urunan untuk biaya instalasi pipa PAM.

(ain/dnu)