ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Rusun City Garden Krisis Air 12 Tahun, LBH Jakarta Siapkan Upaya Hukum

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Rabu, 16 Feb 2022 18:11 WIB
Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Warga Rumah Susun Milik (Rusunami) City Garden di Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami krisis air bersih 12 tahun. Janji yang diberikan pengembang rusun berupa penyediaan air PAM ternyata tidak dirasakan realisasinya oleh warga rusun. Belakangan, warga dipersilakan urunan untuk biaya instalasi pipa PAM. Pendamping hukum warga Rusunami City Garden bakal membawa masalah ini ke jalur hukum.

"Sedang menyiapkan upaya hukum," kata pengacara publik LBH Jakarta yang mengadvokasi warga Rusun City Garden, Charlie Albajili, kepada detikcom, Rabu (16/2/2022).

Charlie mengkonfirmasi bukti bahwa pihak pengembang (developer) rusun menjanjikan fasilitas air PAM kepada calon pembeli rusun. Salah satu buktinya adalah brosur penawaran unit rusun pada 2010-2011.

"Sejauh ini belum ada pertanggungjawaban dari developer dan pengelola. Dari PAM ajukan penawaran, masih membebankan biaya pemasangan ke warga," kata Charlie.

Brosur Rusunami City Garden. (Dok Istimewa)Brosur Rusunami City Garden. (Dok Istimewa)

Pengembang atau developer Rusunami City Garden itu adalah PT Reka Rumanda Agung Abadi. Pihak pengelola Rusunami yang detikcom temui sebelumnya tidak memberikan nomor kontak dan alamat PT Reka Rumanda Agung Abadi. Pada Selasa (15/2) kemarin, detikcom mencoba mendatangi kantor PT Reka Rumanda Agung Abadi sebagaimana tertera di hasil pencarian Google, yakni di kawasan Jl RS Fatmawati, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ternyata alamat yang tertera sudah tidak dihuni oleh PT Reka Rumanda Agung Abadi. detikcom juga mencoba mengontak nomor telepon, orang di ujung telepon menjelaskan banyak orang telah mengontak nomor tersebut dan mengira nomor telepon ini masih merupakan nomor PT Reka Rumanda Agung Abadi, padahal perusahaan itu sudah pindah alamat dan nomor telepon.

"PT Reka Rumanda itu siapa ya? Saya pemilik baru di gedung ini, tapi terus-terusan ada yang telepon. Ini sangat mengganggu sekali, saya pengin komplain. Ini sekarang ditempati oleh PT Hagati Brokerindo," kata orang di ujung telepon, Gani.

Masalah yang dialami warga Rusunami City Garden di Cengkareng juga adalah water treatment plant (WTP) yang tidak layak serta air tangki dari pengelola yang keruh (meski pengelola menyatakan airnya layak).

Pada Agustus 2021, PT Palyja selaku operator PAM Jaya mematok harga Rp 951 juta untuk pemasangan pipa sambungan air PAM. Warga menilai ini kemahalan.

Koordinator Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rusunami City Garden (P3CG) bernama Suherman pda 3 November 2021 menjelaskan, seharusnya penyambungan pipa PAM ini ditanggung oleh pengembang (developer). Soalnya, masih kata Suherman, pihak pengembang menjanjikan tawaran air PAM dalam paket penjualan rusunami dahulu.

Demonstrasi di depan Balai Kota DKI sudah dilakukan, upaya bersurat ke DPRD DKI juga telah dijalankan, tapi warga rusun masih kesulitan air bersih. Pemerintah Jakarta mengarahkan mereka untuk berkoordinasi ke PAM Jaya selaku pengelola air di kota ini. Mereka ingin janji dari developer berupa penyediaan instalasi PAM dipenuhi, tanpa membebankan biaya pemasangan ke warga.

Warga Rusunami City Garden demo di Balai Kota DKI JakartaWarga Rusunami City Garden demo di Balai Kota DKI Jakarta (Marteen Ronaldo/detikcom)

Pada 26 Januari 2022, pertemuan digelar untuk mencari solusi. Pertemuan dihadiri perwakilan warga, PAM Jaya, Palyja, pengelola Rusunami City Garden yakni SCP, dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Menurut warga, pihak pengembang tidak hadir.

Charlie Albajili selaku pengacara LBH Jakarta mengkonfirmasi hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut. Palyja menjelaskan biaya penyambungan pipa PAM sekitar Rp 36 juta dan penarikan pipa sepanjang 361 meter sekitar Rp 919 juta. Jadi biaya total pemasangan pipa PAM untuk Rusunami City Garden adalah sekitar Rp 955 juta.

SCP selaku pengelola Rusunami City Garden dan perwakilan rukun tetangga (RT) akan mensosialisasikan harga instalasi PAM ini ke warga penghuni. Namun, menurut Charlie, hal ini tidak sesuai janji semula, yakni pemasangan fasilitas PAM ditanggung pengembang, bukan malah ditanggung penghuni rusun dengan cara urunan.

"Tanggung jawab pemasangan harusnya tetap di developer, bukan warga," kata Charlie.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT