detikcom Do Your Magic

Pembangunan Tanggul Dekat Pertigaan Hek Kramat Jati Segera Dilanjut

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 16:55 WIB
Tanggul di sekitar pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)
Tanggul di sekitar pertigaan Hek, Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Tanggul yang masih berupa bronjong di dekat pertigaan Hek, Kramat Jati, ternyata masih bisa diterobos air dari Kali Baru, sehingga genangan sampai ke Jl Raya Bogor, Kamis (10/3) kemarin. Pembangunan tanggul akan dilanjutkan supaya lebih sempurna.

Tanggul ada di Kali Baru, Jl Raya Bogor (Pasar Induk arah PGC), pinggir pertigaan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur Puryanto mengatakan pemerintah masih menggodok rencana pembangunan tanggul permanen. Dia juga berharap agar pembangunan tanggul permanen dapat terealisasi secepatnya.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama. Kebetulan masih dibahas terkait gambarnya," ujar Puryanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (11/3/2022).

Cara melanjutkan pembangunan tanggul ini adalah dengan pembongkaran tanggul berwujud bronjong yang saat ini sudah ada. Tanggul saat ini, yang merupakan tanggul sementara, perlu diganti dengan tanggul permanen.

"Jadi nanti, bila akan dipermanenkan, yang sementara akan dibongkar," kata Puryanto.

Tanggul di sekitar pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)Tanggul di sekitar pertigaan Hek, Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)

Hal itu menyangkut persoalan air Kali Baru di kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, masih sering 'silaturahmi' ke jalanan. Bahkan air sungai beberapa kali tumpah ke permukiman warga.

Sementara itu, dimintai konfirmasi secara terpisah, Kepala Satuan Pelaksana SDA Kramat Jati, Mukhlis, menyebut, meskipun akan dibangun tanggul permanen, dipastikan luapan air tetap akan terjadi. Dia menyebut tanggul bukanlah solusi utama atas masalah ini.

"Karena debit airnya sudah melebihi kapasitas kali tersebut. Jadi masalahnya bukan di tanggul sementara atau permanen untuk solusi limpasan air kali tersebut," jelas Mukhlis.

Terkait solusi dari luapan kali tersebut, dia mengatakan seharusnya dilakukan penertiban bangunan di sepanjang kali. Dimulai dari kali di Kelurahan Tengah hingga Kali Ciliwung.

"Setelah itu selesai, baru dilakukan pengerukan kali sepanjang kali tersebut, lebih-kurang 3 kilometer. Itu solusi permanennya," ungkap Mukhlis.

"Setelah itu baru bisa kita melaksanakan perbaikan tanggul sepanjang kali, tanggul itu hanya estetika saja," sambungnya.

(ain/dnu)