Tanggul Masih Setengah Jadi, Pertigaan Hek Sempat Tergenang Lagi

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 11:58 WIB
Tanggul di sekitar pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)
Tanggul di sekitar pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Pengerjaan tanggul permanen di kawasan Hek Kramat Jati masih belum selesai. Bahkan Kamis (10/3) kemarin, air Kali Baru sempat meninggi, merembesi tanggul dan menggenangi jalan raya.

Adapun soal tanggul ini sendiri, meski sudah berganti tahun, progres pengerjaan tanggul ini masih terlihat sama kondisinya dengan akhir tahun lalu. Tanggul masih berwujud bronjong.

Pantauan detikcom pukul 11.00 WIB di kawasan pertigaan Hek, antara Jl Raya Bogor-Jl Rahayu, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (11/3/2021), bagian tanggul masih ditutupi oleh batu kali dan karung. Belum terlihat adanya penyemenan di sekitar tanggul.

Batu kali di sekitar tanggul itu masih ditutupi oleh beberapa triplek serta jaring kawat. Penyemenan hanya terlihat di bagian atas dan luar tanggul. Belum terlihat di bagian dalam tanggul ada penyemenan.

Kondisi air kali juga terlihat masih tinggi. Tidak terlihat petugas Sudin SDA Jakarta Timur mengeruk dasar kali.

Menurut warga sekitar, Beni (55) dia mengatakan sempat terjadi luapan air hingga ke jalan raya di TL Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur. Luapan air tersebut bahkan sempat menimbulkan macet selama beberapa jam.

"Iya kemarin sempet meluap itu abis magrib, ada kali dua jam baru surut," kata Beni saat ditemui detikcom di sekitar lokasi.

Beni menyebut tanggul Hek memang bukan sekali dua kali jebol. Bahkan tidak ada hujan pun, air bisa tiba-tiba meluap.

"Sering ini mah luap, jebol tanggulnya. Cuma ya gitu, udah diperbaikin tetep aja. Namanya air deres ya alirannya, ngga kuat nampung ya lari ke jalan airnya," jelasnya.

Tanggul di sekitar pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)Tanggul di sekitar pertigaan Hek Kramat Jati, Jaktim, 11 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pemilik kios sekitar, Djawoto (67) dia mengatakan tanggul sudah sering jebol. Sesekali saat air sedang naik merembas ke dalam kios.

"Pernah ini juga kebanjiran kan, ngerembes di sini gegara air meluap tuh," kata Djawoto.

"Percuma ini mah nggak kelar-kelar. Namanya air kan mau ditutup kayak apa juga pasti bisa ngerembes dikit-dikit, nyari celah," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, perbaikan tanggul terus dikebut dengan memasang bronjong di setiap titik lokasi tanggul yang tengah diperbaiki oleh pihak Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur.

Tanggul akan disemen

Camat Kramat Jati,Rudy Syahrul, mengatakan bahwa tindak lanjut perbaikan tanggul berada di kewenangan pihak Dinas SDA Jakarta. Dia menerangkan, Dinas SDA Jakarta telah menganggarkan untuk proses penyemenan di Tanggul Hek pada tahun mendatang.

"Kita sudah berkoodinasi dengan pihak SDA Jakarta Timur, dan untuk tindak lanjut pengerjaan sudah dianggarkan pada tahun anggaran 2022 mendatang," terang Syahrul, 3 November 2021, tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, tanggul-tanggul di sini pada umumnya memang disemen, tidak hanya diberi bronjong saja. Ini dapat dilihat di tanggul yang belum lama selesai dikerjakan sebelum November 2021, sekitar 300 meter dari lokasi yakni di dekat perumahan Bulak Rante. Meski begitu, Syahrul belum memastikan apakah nantinya tanggul yang lebih dekat ke kawasan Hek Kramat Jati ini bakal disemen seperti pada umumnya atau ada cara lain.

"Karena yang saya tau dari pihak SDA akan membuat tanggul hek seperti tanggul-tanggul pada umumnya," paparnya.

Lihat juga video 'Penampakan Lautan Sampah di Tanggul Laut Raksasa Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/dnu)