Pelajar SMA di Jambi Demo Kepseknya yang Diduga Tilap Uang Iuran Pensi

ADVERTISEMENT

Pelajar SMA di Jambi Demo Kepseknya yang Diduga Tilap Uang Iuran Pensi

Ferdi - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 18:06 WIB
Pelajar SMA di Jambi berdemo
Pelajar SMA di Jambi berdemo. (Ferdi/detikcom)
Jambi -

Puluhan pelajar SMAN 3 Kabupaten Muaro Jambi menggelar aksi demo untuk meminta kepala sekolah (kepsek) mereka diganti. Para pelajar itu berdemo karena menduga kepseknya telah menilap uang iuran pergelaran seni (pensi) dan komite sekolah.

Aksi demo pelajar ini berlangsung di kantor gubernur Jambi, kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Aksi yang berjalan damai itu merupakan yang kedua kalinya dilakukan sebagai bentuk aspirasi suara pelajar yang meminta dana iuran yang transparan.

Dalam demo itu, beberapa spanduk bertulisan tuntutan mereka dibentangkan. Tulisan dalam spanduk yang dibawa para pelajar itu di antaranya soal tuntutan agar kepseknya mundur dari jabatan.

Seorang pelajar bernama Deo Yahmadi Nasution mengatakan demo itu dilakukan untuk meminta gubernur Jambi mencopot kepsek mereka. Alasannya, mereka menduga penggunaan dana iuran siswa dan komite sekolah yang tidak jelas.

"Tuntutan kami masih sama, untuk mencopot jabatan kepsek. Kami menuntut kejelasan penggunaan uang iuran pergelaran seni dan komite," kata Deo saat ditemui usai demo, Kamis (10/3/2022).

Deo menyebut selama ini para siswa dimintai uang iuran pensi sebesar Rp 75 ribu setiap tahunnya. Tapi, kata dia, pergelaran seni tidak pernah dilaksanakan sejak beberapa tahun belakangan.

"Alasannya pandemi, tidak ada dana. Padahal sekolah lain boleh melaksanakan pensi dengan prokes, bilang tidak ada dana sementara para siswa sudah iuran, dikemanakan uang iuran pensi kami?" ucap Deo.

Selain tuntutan kejelasan uang pensi, Deo juga menuntut kejelasan uang komite sekolah. Deo mengaku setiap bulan membayar uang komite sebesar Rp 50 ribu yang disebut untuk perawatan komputer, tapi siswa tidak menikmati fasilitas komputer di sekolah.

"Kami tidak menikmati fasilitas komputer di sekolah, alasan kepsek karena tidak ada pelajaran komputer. Lalu uangnya kemana? Katanya untuk perawatan dan kebersihan komputer," ujarnya.

Pelajar lain bernama Alfin Fikri mengungkap hal yang sama. Dia merasa sejak kepsek yang didemo menjabat tidak menunjukkan perubahan pada prestasi siswa dan sekolah.

"Tidak ada kegiatan yang mendukung peningkatan skill siswa, seperti pensi tidak ada juga kegiatan lainnya setiap mengajukan kegiatan dibilang tidak ada anggaran, lalu kemana uang komite, uang pensi dan dana bos, sedangkan pembangunan di sekolah juga tidak ada, saya dari 2020 bayar uang pensi tapi sampai sekarang tidak ada kegiatannya," kata Alfin.

Selain itu, siswa menyayangkan masih adanya siswa yang belum mendapatkan seragam sekolah.

"Untuk anak-anak kelas X (sepuluh) sudah tujuh bulan nggak dapat seragam batik sekolah. Info terbaru kemarin setelah kami demo baju batiknya datang tapi belum semua, padahal anak-anak sudah bayar seragam," ujarnya.

Disdik Pemprov Jambi Buka Suara

Sebelum mendatangi kantor gubernur Jambi, puluhan pelajar SMA tersebut lebih dulu mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk menemui Kadisdik Jambi. Namun, upaya tak membuahkan hasil karena Kadisdik sedang tidak berada di kantornya.

Dihubungi terpisah, Kabid SMA Disdik Pemprov Jambi, Misrinaldi mengatakan telah mengetahui akan kondisi yang terjadi di SMA Negeri 3 Muaro Jambi. Misrinaldi menyebut pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap kepsek tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan pelajar berdemo.

"Kami sudah memanggil kepsek SMA 3 Muaro Jambi ini dan meminta informasi serta melakukan pembinaan terkait permasalahan di sekolahnya yang menyebabkan terjadinya demo, dan minta juga kepada kepsek untuk menyelesaikannya," imbuh Misrinaldi.

(fas/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT