ADVERTISEMENT

Kampung Bahari Bakal 'Disulap' Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 19:03 WIB
Polisi gerebek narkoba di Kampung Bahari Jakarta Utara, Rbu (7/3/2022).
Penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Utara berencana membangun 'Kampung Tangguh' di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kampung Tangguh akan didirikan, salah satunya untuk mencegah peredaran narkoba kembali di Kampung Bahari.

"Ke depan dari Polres Metro Jakarta Utara, bapak Kapolres nanti akan membangun, ada pos di sana di A5 akan dibangun nanti Kampung Tangguh antinarkotika. Nanti berkolaborasi dengan Direktorat Binmas Polda Metro Jaya memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar masyarakat tidak tersesat dengan penggunaan narkotika," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan kepada wartawan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (9/3/2022).

Di Kampung Tangguh itu juga akan digelar vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat yang belum disuntik vaksin.

"Demikian juga ke depannya tentunya kita melihat dari mereka yang ada di sini, baik pengguna, maupun masyarakat sekitar banyak yang belum menggunakan vaksin. Dalam rangka penanggulangan COVID-19 akan kita lakukan vaksinasi di tempat ini, agar memiliki herd immunity, sehingga nanti menciptakan kekebalan bagi seluruh masyarakat yang ada di Kampung Bahari ini," papar Zulpan.

Seperti diketahui, operasi penggerebekan narkoba di Kampung Bahari ini melibatkan 700 personel gabungan. Zulpan mengatakan penggerebekan dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memberantas tindak pidana narkotika.

"Ini adalah wujud nyata komitmen Polri, khususnya Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro, dalam rangka memberantas penyalahgunaan tindak pidana narkotika jenis apa pun. Kita tidak ada komitmen dan tidak ada toleransi terkait dengan penggunaan narkotika. Karena pemerintah sudah menyatakan bahwa narkotika ini termasuk dalam kejahatan yang sangat berbahaya, sehingga dikategorikan sebagai kejahatan extraordinary crime," jelasnya.

Lebih lanjut, Zulpan menyebut beberapa kejahatan tindak kejahatan yang terjadi beberapa waktu ke belakang dilakukan oleh pengguna narkotika.

"Bahkan berbagai kejahatan yang terjadi belakangan, dalam beberapa periode, kami mencatat bahwa pelaku kejahatan sebelum melakukan kejahatannya itu terlebih dahulu mengkonsumsi narkotika," ujarnya.

Zulpan mengatakan, dari hasil operasi penggerebekan di Kampung Bahari, polisi berhasil membekuk 26 tersangka. Delapan orang di antaranya berjenis kelamin perempuan.

"Kita mengamankan 26 orang tentunya mereka ini sebagai pelaku yang nantinya juga akan ditetapkan sebagai tersangka terdiri dari 18 laki-laki, 8 perempuan," kata Zulpan.

Hingga proses penyisiran selesai, sebanyak 350 gram sabu, 1500 butir pil ekstasi, 150 bong dari botol air mineral, narkotika sintesis, dan barang bukti lain diamankan.

Selain itu, sebanyak 80 buah senjata tajam, Rp 35 juta uang tunai, dan 22 unit kendaraan roda dua yang tidak memiliki surat turut disita polisi.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT