ADVERTISEMENT

Kata Warga soal Kampung Bahari: Sarang Narkoba, Transaksi Terang-terangan

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 17:29 WIB
Polisi gerebek narkoba di Kampung Bahari Jakarta Utara, Rbu (7/3/2022).
Bedeng-bedeng di pinggir rel KA Kampung Bahari jadi tempat transaksi narkoba. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Sudah jadi rahasia umum jika Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi 'sarang' narkoba. Beberapa oknum warga menyiapkan lapak untuk transaksi narkoba di rumahnya.

Hal ini juga diakui oleh warga bernama Eko (56). Eko menyebutkan Kampung Bahari sebagai sarang narkoba.

"Kalau disebut sarang (narkoba) sih iya. Tapi sebenarnya penyakit ini kan kalau bicara asal muasalnya itu dari Warakas, terus ke sini. Dulu saya kecil nggak ada yang begini," kata Eko saat ditemui di lokasi, Rabu (9/3/2022).

Bahkan, kata Eko, sekitar 30% dari jumlah total masyarakat Kampung Bahari merupakan pemakai dan pengedar narkoba. Dia menyebut mereka terlibat transaksi narkoba karena desakan ekonomi.

"Kalau dibilang banyak sih lumayan. Sekitar 30% dari jumlah masyarakat. Balik lagi ke kebutuhan ekonomi, semata-mata kebutuhan ekonomi," ujarnya.

Selain itu, dia menyebut transaksi narkoba di Kampung Bahari sudah mulai terang-terangan. Meski ada beberapa yang masih tertutup.

"Bicara transaksi, ada yang terbuka terus ada Juga yang sembunyi sembunyi. Terang-terangan kayak hal wajar," katanya.

Eko juga menuturkan pihak warga sudah melakukan sosialisasi kepada kelurahan setempat terkait antisipasi permasalahan yang ada. Namun persoalan narkoba di Kampung Bahari tak pernah selesai.

Eko menyebut, meskipun transaksi narkoba sudah mengakar di sana, warga sekitar tidak bisa berbuat banyak karena akan berbahaya jika terlibat lebih jauh. Dia juga mengatakan setuju dengan kegiatan penggerebekan oleh petugas.

"Pada dasarnya silakan saja (kegiatan penggerebekan), itu kan aparat yang berwenang, artinya petugas yang punya hak di dalam mengambil keputusan ini. Kita masyarakat, pengurus bisanya cuman bantu begini. Kalau polisi menuntut lebih kita juga nggak bisa, karena akan ada ancaman untuk kita kan, keluarga kita, anak istri kita," kata dia.

"Masyarakat cuma bisa diam, nggak bisa apa apa. Kalau kita masyarakat mau berontak, kekuatan kita nggak bisa," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT