ADVERTISEMENT

Pangkal Masalah Rocky Gerung Vs Sekjen PSI Gegara Sebutan Dungu

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 15:26 WIB
Rocky Gerung dan Dea Tunggaesti
Rocky Gerung dan Dea Tunggaesti (Repro detikcom)
Jakarta -

Sekjen PSI Dea Tunggaesti saling 'serang' dengan peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) Rocky Gerung. Pangkal masalah keduanya adalah wacana penundaan Pemilu 2024.

Sekjen PSI Dea Tunggaesti mulanya tegas menolak Pemilu 2024 ditunda. Menurutnya, alasan penundaan pemilu karena situasi pandemi tidaklah urgen.

"PSI tidak bisa menerima usulan perpanjangan masa jabatan presiden. Idealnya pemilihan presiden, pemilihan anggota legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, kabupaten, dan kota) tetap terlaksana pada 14 Februari 2024," kata Dea Tunggaesti, dilansir dari Antara, Rabu (3/2).

Meski begitu, Dea menilai, bila partai-partai di DPR melihat adanya aspirasi kuat dari rakyat agar Jokowi meneruskan kepemimpinannya menjadi 3 periode, jalan satu-satunya adalah melalui amendemen UUD RI.

"Ini adalah pilihan paling adil, dan nantinya tidak hanya Pak Jokowi, tetapi Pak SBY bisa ikut berlaga kembali. Begitu juga Pak JK bisa ikut berkompetisi sebagai kandidat calon wakil presiden melalui mekanisme pemilu yang jujur, adil, dan transparan pada tahun 2024," katanya.

Dea menginginkan Jokowi memimpin kembali Indonesia. "Namun tentunya hal tersebut harus didasari oleh amendemen konstitusi yang memperbolehkan Pak Jokowi berlaga kembali pada Pemilu 2024," ujarnya.

Rocky Gerung Sebut Dungu

Peneliti P2D Rocky Gerung angkat bicara terkait pernyataan Dea Tunggaesti. Rocky menilai pernyataan Sekjen PSI itu berita gila.

"Berita gila adalah PSI menolak penundaan tetapi pro 3 periode. Jadi gue lihat ini PSI makin bego setelah Faldo (Staf Khusus Mensesneg) pindah ke Istana," jelas Rocky dalam acara Adu Perspektif yang disiarkan detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (3/2).

"Kan aneh, dungu," lantang Rocky.

Tonton video 'Rocky Gerung Vs Sekjen PSI Gegara Sebutan Dungu':

[Gambas:Video 20detik]



Sekjen PSI Balas Rocky Gerung

Teranyar, Sekjen PSI Dea Tunggaesti kemudian merespons balik komentar Rocky Gerung yang menyebut 'dungu'. Terima dengan lapang dada, Dea menyebut komentar Rocky 'sangat pintar' dan 'super cerdas'.

Dea menilai usulnya soal tiga periode lebih logis dibanding upaya memperpanjang masa jabatan dengan menunda pemilu. Dea mengaku hanya ingin melindungi Jokowi secara konstitusional.

"Pernyataan saya adalah sebuah tanggapan atas realitas politik yang telah dinyatakan secara terbuka oleh partai-partai yang ada di parlemen, yang ingin memperpanjang masa jabatan Presiden tanpa melalui pemilihan umum. Inilah yang kami kritik, inilah yang kami tolak. Inilah cara kami memperjuangkan tegaknya konstitusi agar Pak Jokowi terlindungi secara konstitusional," kata Sekjen PSI Dea dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3).

Dea mengatakan usulan PSI itu semata-mata mempertahankan pemilihan umum 5 tahun sekali sesuai konstitusi. Dia menyebut Rocky Gerung lupa akan hal itu.

"Apabila kelak, pada akhirnya partai-partai di parlemen yang saat ini PSI tidak ada di sana, kemudian melakukan amandemen konstitusi, dan membuka ruang bagi Pak Jokowi untuk maju kembali di Pemilu 2024, di mana rakyat bisa secara bebas memilih Pak Jokowi ataupun kandidat lain, maka tanpa ragu kami pasti akan mendukung Pak Jokowi paling pertama dan terdepan karena jelas prestasi dan kerja kerasnya buat rakyat Indonesia. Sebagaimana hasil survei yang menyatakan bahwa lebih dari 70 persen rakyat Indonesia puas terhadap kinerja Pak Jokowi," ujar Dea.

Kembali ke anggapan dungu, Dea lantas membiarkan pandangan Rocky Gerung tersebut. Menurutnya, penilaian itu kebencian yang sifatnya subjektif dan personal terhadap Jokowi dan para pendukungnya.

Dea meminta Rocky Gerung belajar kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang besar hati mendukung pemerintah walaupun kalah dalam pemilu. Dea lantas menyindir upaya yang Rocky Gerung lakukan untuk negara.

Dea kemudian mengaitkan anggapan sikap dungunya dengan mengungkit kepemilikan tanah yang saat ini ditinggali Rocky Gerung. "Satu hal lagi, Pak, sedungu-dungunya saya, saya tidak akan pernah membangun rumah yang sertifikatnya bukanlah milik saya," ucapnya.

Saksikan juga Live! Adu Perspektif: Aktivis '98 Bicara Demokrasi Kita

(rfs/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT