Polisi: Narkoba Jadi Motivasi Pelaku Kejahatan, Selain Ekonomi

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 18:39 WIB
Polres Jakpus gagalkan peredaran 115 Kg sabu selama 3 bulan operasi
Kapolres Metro Jakpus Kombes Hengki Haryadi menyebutkan pelaku kejahatan kini tak lagi termotivasi ekonomi, tetapi narkoba. (Dok. Polres Jakpus)
Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan adanya korelasi antara narkoba dengan tindak pidana kejahatan. Pelaku cenderung menggunakan narkoba dan termotivasi melakukan kejahatan untuk membeli narkoba.

"Kejahatan jalanan ini tidak lagi semua bermotif ekonomi. Namun, mereka bagaimana memiliki motivasi melakukan kejahatan untuk peroleh narkotika," ujar Kombes Hengki Haryadi di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2022).

Menurut Hengki, hal ini dikarenakan kebanyakan pelaku kejahatan jalanan sudah menjadi pecandu narkoba. Dari beberapa data pengungkapan kasus, kebanyakan pelaku positif narkoba.

"Apa itu geng motor yang lakukan pencurian dengan kekerasan, penganiayaan, korban itu fatal. Termasuk tawuran juga fatal. Setelah kami cek urine sebagian besar di bawah dalam pengaruh narkoba khususnya sabu," jelas Hengki.

Pelaku kejahatan menggunakan narkoba untuk meningkatkan stimulus. Sehingga dalam melakukan aksi kejahatannya, pelaku memiliki 'keberanian' sehingga tidak segan melukai korbannya.

"Karena dengan menggunakan sabu ini para pelaku ini lebih agresif, berani dan hilang rasa empati karena pengaruh narkoba," sambungnya.

Diketahui narkoba bisa menjadi stimulus para pelaku melancarkan aksinya. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa para pengedar narkoba merupakan musuh bersama yang harus diberantas.

"Jadi kami sampaikan dan kami nyatakan bahwa pengedar narkoba ini public enemy, musuh bersama karena daya rusak luar biasa baik generasi muda maupun masyarakat umumnya," ungkap Hengky.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.