ADVERTISEMENT

Dana PEN untuk Normalisasi Disorot, Wagub DKI: Kita Upayakan Maksimal

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 15:30 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap upaya normalisasi sungai kerap terkendala permasalahan pembebasan lahan.
Lebar sungai di Jakarta menyempit. Program normalisasi sungai jadi salah satu upaya mencegah banjir. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kepala SDA DKI Buka Suara

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal optimistis sisa anggaran Rp 371 miliar akan terserap optimal di bulan ini. Mengingat, jajarannya telah bekerja sesuai dengan standar dan pedoman berlaku.

"Dari Rp 371 miliar sudah ada plotting-nya terutama kaitannya dengan yang sudah SPM. Tantangan kita harus selesai akhir Maret ini," ujarnya.

Yusmada menyampaikan sisa dana tersebut akan dialokasikan untuk normalisasi 13 sungai besar di Jakarta. Masing-masing adalah Kali Sunter yang berada di Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Cipinang Muara.

Selanjutnya Kali Ciliwung yang berada di Kelurahan Rawajati, Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Tanjung Barat, Kelurahan Cawang, Kelurahan Bale Kambang, Kelurahan Cililitan dan Kelurahan Gedong.

Lalu Kali Angke yang berada di Kelurahan Duri Kosambi, Kelurahan Kembangan Selatan dan Kali Jati Kramat di Kelurahan Pondok Kelapa.

"Ini yang akan menjadi concern kita, pembebasan lahan, sesuai komitmen kita Pemprov mendukung program peningkatan kapasitas sungai. Ke depan tetap akan kita prioritaskan untuk menyelesaikan area kritis di daerah 13 kali ini. Terutama lima kali besar yakni Pesanggrahan, Angke, Sunter, Ciliwung dan Jati Kramat," katanya.


(dek/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT