NU Kaji Ekosistem Kebun Sawit Berkelanjutan Cegah Ketimpangan Sosial

ADVERTISEMENT

NU Kaji Ekosistem Kebun Sawit Berkelanjutan Cegah Ketimpangan Sosial

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 18:10 WIB
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid
Waketum PBNU Nusron Wahid (Dok. BNP2TKI)
Palembang -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar halaqah yang diselenggarakan dalam rangkaian hari lahir NU ke-99 di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satu yang dibahas dalam kegiatan ini adalah merumuskan pengembangan ekosistem perkebunan sawit berkelanjutan.

"Untuk pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan diperlukan keselarasan dimensi ekologi (lingkungan), ekonomi, dan sosial. Artinya, jangan sampai ada ketimpangan yang besar antara ekologi, ekonomi dan sosial dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit. Dalam konteks inilah, maka diperlukan semacam rumusan yang tepat sehingga penerapannya bisa efektif dan operasional," kata Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid kepada wartawan, Rabu (2/3/2022).

Menurut Nusron, diperlukan suatu model perencanaan yang mempertimbangkan semua komponen, dari kebijakan pemerintah, kesesuaian lahan, kelompok tani, perkebunan kepala sawit, industri pengolahan, hingga pemberdayaan petani sawit. Dengan adanya itu, menurutnya program pemerintah melalui instansi terkait beserta dengan kemitraannya sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kalau semua komponen itu dipertimbangkan, maka perencanaan bisa menghasilkan output yang ending-nya adalah terwujudnya pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan, yang punya keselarasan antara dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial," terang Nusron.

Untuk merumuskan itu, dalam acara halaqah tersebut akan hadir sejumlah pemateri yang bakal memberi masukan terkait perkebunan sawit. Mereka yang akan hadir adalah Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK Ruandha Agung Sugardiman untuk berbicara mengenai solusi dan kepastian hukum permasalahan lahan sawit di kawasan hutan dalam rangka proses percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Kemudian Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR Suyus Windayana untuk bicara mengenai percepatan peremajaan sawit rakyat dalam perspektif hukum tanah nasional. Pembicara lain adalah Sekretaris Jenderal APKASINDO Rino Afrino yang akan menyampaikan materi soal hambatan-hambatan proses pengurusan peremajaan sawit rakyat berdasarkan perspektif petani kelapa sawit.

"Dan saya sendiri nanti akan berbicara mengenai manfaat peremajaan sawit rakyat bagi pesantren dan jaringan struktur organisasi NU," kata anggota Komisi VI DPR ini.

Untuk diketahui, harlah NU di Palembang akan berlangsung selama tiga hari dimulai dari 3 Maret besok hingga 5 Maret dengan sejumlah rangkaian acara. Beberapa menteri dan direksi BUMN dijadwalkan hadir sehingga diharapkan lebih bisa mengakselerasikan program-program NU ke depannya.

Sementara pada puncak perayaan harlah, yang akan memberikan sambutan yakni Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf. Adapun pengarahan Presiden Jokowi akan disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

(zap/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT