ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Jalan Tembus Kampung Ditutup Warga Kompleks Saat Malam, Apa Boleh?

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 01 Mar 2022 07:49 WIB
Olahraga jalan kaki
Foto Ilustrasi Jalan (Thinkstock)
Jakarta -

Jalan sejatinya milik bersama. Namun dengan berbagai pertimbangan, ada kalanya dilakukan rekayasa jalan. Tapi bagaimana bila rekayasa jalan membuat warga harus berputar untuk menjangkau tempat tinggalnya?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com. Berikut pertanyaan lengkapnya:

Kami warga kampung pengasinan Rawalumbu kota Bekasi mengajukan pertanyaan terkait jalan tembus kampung yang ditutup/terkunci oleh warga perumahan pondok hijau permai pada malam hari, sehingga kami harus memutar untuk ke jalan utama.

Pertanyaan nya apakan menutup/mengunci jalan tembus dapat dibenarkan secara hukum dengan alasan keamanan warga perumahan?

Trmksh redaksi.

Untuk menjawab permasalahan di atas, detik's advocate menghubungi advokat Achmad Zulfikar Fauzi, SH. Berikut pendapat hukumnya:

Terima kasih atas pertanyaan yang saudara tanyakan, dalam hal penutupan akses jalan dapat dibenarkan demi kepentingan keamanan akan tetapi diperlukan izin dari pemerintah daerah dan Kepolisian terkait, adapun analisa secara hukum adalah sebagai berikut :

Dalam hal jalanan menutup akses jalan untuk kepentingan umum. Secara yuridis, menurut pasal 6 Undang-undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 " Semua hak atas tanah memiliki fungsi sosial " Dalam kandungan pengertian hak milik merupakan hak mutlak tidak terbatas dan tidak dapat diganggu gugat. Sedangkan dalam hal menutup akses keluar atau jalan yang telah digunakan sebagai jalan milik bersama termasuk perbuatan melawan hukum dan bertentangan dengan Pasal 671 KUHPerdata yang berbunyi:

Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.

Berdasarkan pasal 1365 KUHPerdata, perbuatan melawan hukum adalah "tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut".

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat 2 RT di Jaktim Berpolemik soal Akses Jalan yang Ditutup Tembok':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT