Guru Besar UI Nilai Cuitan Jokowi Tak Sebut Rusia Tepat, Kritik Tweet Kemlu

ADVERTISEMENT

Guru Besar UI Nilai Cuitan Jokowi Tak Sebut Rusia Tepat, Kritik Tweet Kemlu

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 28 Feb 2022 06:18 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)
Foto: Guru besar UI Hikmahanto Juwana (Ari Saputra)
Jakarta -

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyoroti pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemlu. Hikmahanto menilai salah satu poin pernyataan bisa mencederai kebijakan luar negeri bebas aktif.

"Pernyataan Kemlu bisa memicu hacker Rusia untuk mengacaukan Indonesia. Pada poin 2 digunakan istilah 'military attack on Ukraine is unacceptable' (serangan militer terhadap Ukraina tidak bisa diterima)," ujar Hikmahanto saat dihubungi, Minggu (27/2/2022).

Hikmahanto menjelaskan Indonesia seharusnya tidak mengambil sikap untuk menyalahkan Rusia pada serangan militer ke Ukraina. Menurutnya, hal itu bisa merusak kebijakan luar negeri Indonesia.

"Kalimat tersebut berpotensi mencederai kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, di mana Indonesia seharusnya tidak mengambil posisi untuk membenarkan atau menyalahkan tindakan Rusia pada situasi di Ukraina," tuturnya.

"Posisi Indonesia dalam konteks menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif adalah meminta semua pihak untuk menahan diri dalam penggunaan kekerasan (use of force) dan bila telah terjadi agar siapapun yang menggunakan untuk menghentikannya," sambung Hikmahanto.

Hikmahanto menduga Rusia akan menganggap Indonesia berada dalam posisi yang sama dengan Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan negara lain yang ikut mengutuk serangan ke Ukraina. Dia menyayangkan Kemlu membuat pernyataan tanpa memperhatikan konteks terlebih dahulu.

"Pernyataan Kemlu tersebut akan dipersepsi oleh Rusia bahwa Indonesia berada pada posisi yang sama dengan Amerika Serikat, Inggris, Australia dan negara lain yang mengutuk tindakan Rusia karena menggunakan istilah 'unacceptable'. Seharusnya Kemlu bisa memikirkan upaya-upaya inovatif lain yang lebih memperhatikan konteks, bukan sekadar yang bersifat normatif atau formal," terangnya.

Khawatirkan Keselamatan WNI di Ukraina

Lebih lanjut, Hikmahanto khawatir dengan keselamatan WNI yang ada di Ukraina saat ini. Hikmahanto mewanti-wanti pernyataan Kemlu bia memicu kemarahan Rusia.

"Yang saya khawatirkan juga adalah keselamatan para WNI kita yang mungkin masih ada di Ukraina. Kemarahan Rusia terhadap posisi Indonesia yang dinyatakan resmi oleh Kemlu akan berdampak terhadap WN kita di Ukraina," kata Hikmahanto.

Hikmahanto menyebut WNI di Ukraina bisa saja menjadi target oleh pasukan Rusia yang sudah masuk ke Ukraina. Berbeda nasib dengan Amerika Serikat dan negara lain yang juga mengecam tindakan Rusia, tapi mereka sudah lebih dulu mengevakuasi warganya dari Ukraina.

Simak video 'Detik-detik Drone Militer Ukraina Hancurkan Konvoi Tank Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT