Sirkuit Formula E 'Pakai Bambu', Jakpro: Bukan Hal Baru di Dunia Konstruksi

ADVERTISEMENT

Sirkuit Formula E 'Pakai Bambu', Jakpro: Bukan Hal Baru di Dunia Konstruksi

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 27 Feb 2022 09:08 WIB
Pembangunan sirkuit Formula E pada Kamis (24/2/2022). (Anggi Muliawati/detikcom).
Pembangunan sirkuit Formula E pada Kamis (24/2/2022). (Anggi Muliawati/detikcom).
Jakarta -

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menanggapi soal kerangka sirkuit Formula E menggunakan bambu. Jakpro mengatakan penggunaan bambu bukan hal baru dalam konstruksi.

"Bukan hal yang baru di dunia konstruksi," kata Corporate Communication Jakpro Melisa Sjach saat dihubungi pada Sabtu (26/2/2022).

Melisa mengatakan bambu sebagai kerangka konstruksi telah umum digunakan. Menurutnya, beberapa kebutuhan pembangunan lain juga kerap menggunakan bambu.

"Untuk penggunaan bambu sudah penggunaan yang umum dan dilakukan di berbagai kebutuhan," kata Melisa.

Tidak hanya itu, pembangunan sirkuit Formula E ini disebut juga diawasi secara ketat oleh pihak Formula E Operations (FEO). Hal ini dilakukan agar sesuai dengan standar sirkuit balap.

"Selain itu pembangunan sudah diawasi ketat oleh FEO agar sesuai dengan standar kebutuhan balap," tuturnya.

Diketahui, penanggung jawab proyek sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi, Ari Wibowo, mengatakan di zona 5 sirkuit Formula E diperlukan konstruksi yang ringan. Dia beralasan tidak menggunakan besi karena mahal dan berat.

"Jadi begini, ini ada banyak hal, selain besi itu mahal, untuk supaya konstruksi ini tidak turun, kita harus memakai konstruksi yang ringan. Kalau besi itu berat, yang ringan itu kita pakai bambu," kata Ari saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/2/2022).

Pembangunan sirkuit Formula E memiliki masa pelaksanaan 54 hari, dari 3 Februari sampai 28 Maret 2022. Oleh sebab itu, Ari mengatakan penggunaan bambu dinilai lebih efisien waktu.

"Begini, ini kita masalah waktu. Kalau kita membuat yang pabrikan, seperti beton yang panjang, saya tidak berbicara harga, saya berbicara waktu. Waktu pabrikasi saja memerlukan waktu, gitu kira-kira," katanya.

Sosok Minggu Ini: Di Depok, 150 Porsi Bubur Ayam Gratis Ludes Setiap Hari

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT