ADVERTISEMENT

Polisi Akan Panggil Jamal Mirdad soal Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

M Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 19:47 WIB
Jakarta -

Polda Metro Jaya melimpahkan laporan terkait dugaan penipuan Jamal Mirdad ke Polres Metro Depok. Polda Metro menyebutkan Jamal Mirdad akan dimintai klarifikasi terkait laporan yang dilayangkan Firdaus Nurzula ini.

"Jamal Mirdad nanti tentunya akan dipanggil Polres Depok untuk klarifikasi, benar-tidak apa yang dilaporkan Saudara Firdaus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Jumat (25/2/2022).

Zulpan menjelaskan rencana pemanggilan itu diserahkan ke penyidik Polres Depok. Penyelidikan kasus juga dilimpahkan ke Polres Metro Depok dikarenakan tempat kejadian perkara atau lokasi rumah itu berada di wilayah hukum Polda Depok.

"Tanggal 9 Februari 2022 kita limpahkan ke Polres Depok untuk mempermudah penanganannya. Karena tempat rumah yang dibeli ada di Sawangan, jadi untuk kepentingan penyidikannya saja," sambung Zulpan.

Sebelumnya diberitakan, Jamal Mirdad dilaporkan ke polisi karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan. Kasus ini berawal ketika Jamal Mirdad melakukan jual-beli rumah dengan pelapor pada 2015.

Mulanya, Firdaus membeli rumah milik Jamal Mirdad di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat, seharga Rp 490 juta. Dia mengaku sudah melunasi pembelian rumah tersebut pada 31 Maret 2015.

"Menurut pelapor, terlapor menjanjikan, setelah pelapor membayar lunas rumah tersebut, terlapor akan memberikan sertifikat rumahnya," kata Zulpan, Kamis (6/2).

Tetapi, setelah dia melunasi rumah tersebut pada 31 Maret 2015, sertifikat yang dijanjikan tak kunjung diberikan hingga saat ini. Menurutnya, Jamal Mirdad tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Pelapor sudah melayangkan somasi ke terlapor, tetapi tidak ada tanggapan dan terlapor sulit dihubungi," ucapnya.

Karena merasa dirugikan, Firdaus melaporkan Jamal Mirdad pada 4 Februari 2022. Laporan Firdaus diterima dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/629/II/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, atas dugaan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT