Jokowi Berulang Kali Tolak Perpanjangan Jabatan, Akankah Berubah Sikap?

ADVERTISEMENT

Jokowi Berulang Kali Tolak Perpanjangan Jabatan, Akankah Berubah Sikap?

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 14:06 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Isu penundaan Pemilu 2024 hingga membuat masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperpanjang muncul lagi. Padahal Jokowi sudah berulang kali menolak perpanjangan jabatan atau tiga periode. Akankah sikap Jokowi berubah?

Wacana perpanjangan masa jabatan presiden itu muncul seiring dengan usulan amandemen UUD 1945 pada 2019. Isu itu kemudian bergulir di ranah publik dan menjadi polemik.

Presiden Jokowi kemudian buka suara. Dia mengaku menolak usulan jabatan presiden tiga periode. Dia merasa ada yang ingin menjerumuskan dirinya.

"Usulan itu menjerumuskan saya," kata Jokowi lewat akun Twitter resminya yang bercentang biru, @jokowi, Minggu (2/12/2019).

Jokowi kembali menyatakan dia merupakan produk pemilihan presiden langsung oleh rakyat berdasarkan konstitusi. Atas dasar itu, dia menolak usulan masa jabatan presiden tiga periode.

"Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," kata Jokowi lewat video di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/3/2021).

Jokowi mengatakan konstitusi telah mengamanahkan masa jabatan presiden maksimal 2 periode.
"Itu yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.

Ingin Tampar Muka Jokowi

Dalam kesempatan terpisah, Jokowi juga menilai pihak yang memunculkan wacana itu hendak menampar mukanya. Dia menilai amandemen UUD tidak perlu dilakukan jika ujungnya malah membuat masa jabatan presiden diutak-atik.

"Sejak awal sudah saya sampaikan bahwa saya produk pemilihan langsung. Saat itu waktu ada keinginan amandemen, apa jawaban saya? Untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

"Kenyataannya seperti itu kan. Presiden dipilih MPR, presiden tiga periode, presiden satu kali delapan tahun. Seperti yang saya sampaikan. Jadi lebih baik tidak usah amendemen," sambungnya.

Jokowi meminta lebih baik berfokus ke tekanan-tekanan eksternal. Jokowi tak langsung menunjuk siapa yang dia maksud, tapi dia menyebut ada yang ingin menamparnya dan mencari muka kepadanya.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja, sudah saya sampaikan," ucap Jokowi.

Jokowi kembali menyatakan sikapnya menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden. Dia mengatakan isu itu sudah dijawabnya berulang kali dan sikapnya tak berubah.

"Saya kan udah bolak-balik jawab, mau jawab apa lagi?" kata Jokowi menjawab isu seputar presiden 3 periode dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Meski demikian, Jokowi menghormati demokrasi dan tidak melarang pendapat dan pernyataan-pernyataan yang berseliweran soal masa jabatan presiden di publik. Jokowi mengungkit sikapnya yang tidak memberangus tagar #2019GantiPresiden.

"Sekarang begini, ada orang yang mengusulkan, nggak mungkin saya larang. Ini bagian dari demokratisasi. Wong yang hashtag #2019GantiPresiden saja saya nggak larang, masa ini saya ngelarang-larang orang beropini dan pendapat terkait aspirasi politis. Ya itu kan terserah mereka," kata Jokowi.

"Ada dari akar rumput, dari pihak kekuatan politik, misalnya mengusulkan itu. Biarkan saja. Yang penting kan saya sudah menolak. Sikap saya sama seperti sebelum-sebelumnya. Gimana saya harus menjawab lagi," ujarnya.

Jokowi kemudian menanggapi isu perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027. Dia menegaskan menolak usulan itu.

"Jawaban saya tetap sama saja," kata Jokowi.

Lihat juga video 'Jawaban Airlangga Saat Petani Sawit Minta Perpanjang Masa Jabatan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT