Ganjar Tempel Prabowo di Survei Litbang Kompas, Puan di Bawah 1%

Nada Zeitalini - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 22:39 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Foto: Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Jakarta -

Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, lembaga survei Litbang Kompas merilis hasil survei kepemimpinan nasional terkait elektabilitas tokoh pilihan publik untuk menjadi calon presiden 2024. Para responden diberikan pertanyaan 'jika pemilu diselenggarakan pada saat survei dilakukan, siapa yang akan dipilih?'.

Ada beberapa tokoh pilihan di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menkopolhukam Mahfud MD, Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan lainnya.

Berdasarkan hasil survei, menunjukkan elektabilitas dari Ganjar Pranowo merangkak naik 7,3 persen dari survei sebelumnya pada April 2021 dengan perolehan angka 20,5 persen. Ada Anies Baswedan yang memperoleh 14,2 persen. Kemudian posisi teratas diisi oleh Prabowo Subianto dengan 26,5 persen.

Tingginya elektabilitas tiga tokoh tersebut menciptakan jarak yang cukup jauh dengan nama-nama lainnya yang turut masuk bursa pilpres. Di antaranya Ketua DPR RI, Puan Maharani di urutan terakhir dari 13 tokoh yang dipilih masyarakat dengan suara 0,6 persen. Jauh jika dibandingkan Menkopolhukam RI, Mahfud MD dengan 1,1 persen.

Lalu nama-nama lain juga dipilih masyarakat seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Panglima TNI Andika Perkasa, Mensos RI Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Kemudian, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menparekraf RI Sandiaga Uno.

Sementara itu, ada 4,1 persen responden yang menjawab tokoh lainnya dan 11,8 persen responden menjawab tidak ada, tidak tahu, atau rahasia.

Survei yang diadakan pada 17-30 Januari 2022 ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Dengan metode ini tingkat kepercayaan diklaim mencapai 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 2,8 persen.

(akn/ega)