Aksi 'Cepu Polisi' Tipu Tukang Bubur Berakhir di Balik Jeruji

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 07:09 WIB
ilustrasi pria diborgol
Ilustrasi (thinkstock)
Jakarta -

Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah yang dialami perempuan asal Klaten Jawa Tengah, Siti Triutami. Sudahlah motor yang digadai tak kembali, ia malah kena tipu 'cepu' polisi.

Cepu polisi ini memeras Rp 18 juta Sita Triutami usai menjanjikan bisa mengambil kembali motornya yang digadaikan. 'Cepu' adalah istilah bagi seorang informan yang memberikan informasi kepada polisi.

Kasus ini dialami oleh Sita pada 7 Juli 2020 di Perumahan Citra I, Tarumajaya, Kecamatan Tarumaja, Kabupaten Bekasi. Setelah satu tahun lebih, polisi akhirnya menangkap MR yang juga 'cepu polisi'.


Video Sita Mengadu ke Kapolri Viral di Medsos

Kisah Sita Triutami ini sempat viral di media sosial setelah dirinya memohon kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membantunya. Sambil menangis, Sita menceritakan dirinya dipersulit saat hendak mengambil kembali motornya yang digadaikan kepada seseorang.

"Dengan video ini, saya mohon Bapak Jenderal Listyo Sigit bisa mendengarkan apa yang selama ini saya alami. Dulu saya tinggal di Jakarta, Pak. Tapi ketika saya mengalami kesulitan dan saat itu saya menggadaikan satu unit motor PCX sebesar Rp 6 juta. Tapi, ketika saya mau ambil motor, itu dipersulit," kata Sita dalam keterangannya di video viral seperti dilihat, Senin (21/2/2022).

Sita lalu bercerita sempat diperkenalkan oleh anggota Polres Metro Jakarta Utara kepada seorang pria berinisial MR. Kepada Sita, MR mengaku bisa membantu permasalahannya itu. Namun 'cepu polisi' itu justru menipunya, hingga akhirnya Sita lapor polisi.

Sepanjang video berdurasi tiga menit itu Sita berurai air mata. Wanita yang bekerja sebagai pedagang bubur di Bekasi ini memohon kepada Kapolri untuk mencari keadilan baginya.

"Sebenarnya masalahnya sepele, Pak, kalau polisi itu berani neken cepunya, motor saya bisa balik. Cuman pak polisi nggak mau terlibat lagi. Pokoknya perjalanan saya tahun 2020-2021 saya tidak dapat keadilan itu. Semoga Bapak Kapolri dengar cerita saya, Pak. Saya mohon saya hanya seorang tukang bubur yang ketika mencari keadilan dipersulit dan mahal. Saya hanya minta tolong hak saya bantu saya untuk ungkap kebenaran. Turunkan satu anggota bapak yang bener-bener tulus dan tidak saling nutupin. Saya cuman minta tolong itu aja," ujar Sita.

Simak di halaman selanjutnya: kronologi korban ditipu hingga 'cepu polisi' ditangkap polisi.

Lihat juga Video: Korban Penggelapan Motor Curhat ke Kapolri, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

[Gambas:Video 20detik]