Anies-Plt Walkot Bekasi Tinjau Bantargebang, Bahas Inovasi Pengolahan Sampah

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 16:54 WIB
Anies Baswedan dan Tri Andhianto
Anies Baswedan dan Tri Adhianto (Foto: Dok. Pemkot Bakasi)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemani Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengunjungi TPST Bantargebang. Kunjungan tersebut dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2022.

Dalam kunjungan tersebut, Anies menyebutkan sudah ada dua mesin pembangkit listrik bertenaga sampah yang dibuat oleh anak bangsa. Nantinya mesin tersebut akan dioperasikan di TPST Bantargebang zona DKI.

Ia berharap adanya inovasi dari Badan Riset Nasional (BRIN) itu dapat menjadi salah satu cara mengurangi sampah yang kian hari menumpuk. Menurutnya, dari 1.000 ton sampah yang dikelola, akan dihasilkan 700 kilowatt.

"Menurut Badan Riset Nasional (BRIN), dari 1.000 ton sampah yang dikelola setiap harinya mampu menghasilkan daya listrik sebesar 700 kilowatt, diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada," ucap Anis Baswedan dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (21/2/2022).

Anies pun menekankan bahwa sampah bukan hanya masalah pemerintah, tapi juga masalah bersama. Dengan adanya mesin ini, dia berharap dapat mengurangi permasalahan mengenai sampah yang ada dari hulu ke hilir.

"Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama, segala bentuk inovasi dalam mengelola sampah harus terus diciptakan, dengan harapan mampu mengatasi permasalahan sampah dari hulu ke hilir," ucapnya.

Selain Anies, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi terobosan tersebut. Ia berharap masyarakat selalu peduli terhadap permasalahan sampah.

"Sekitar 7.800 ton sampah per hari yang dihasilkan oleh DKI Jakarta yang dibuang ke TPST Bantargebang, saya apresiasi betul atas terobosan yang diciptakan oleh BRIN, semoga dapat meminimalisasi sampah yang ada secara optimal, selain itu tentu harapannya melalui peringatan HPSN dapat membangun kesadaran warga masyarakat untuk dapat bijak dalam mengelola sampah yang ada," ujar Tri Adhianto.

(lir/lir)