KPK: Kasus Gayus Tambunan Harusnya Jadi Momentum Pembenahan Sistem Pajak

ADVERTISEMENT

KPK: Kasus Gayus Tambunan Harusnya Jadi Momentum Pembenahan Sistem Pajak

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 22:57 WIB
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto
Karyoto (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Deputi Penindakan KPK Karyoto menyinggung soal kilas balik kasus yang menjerat Gayus Tambunan terkait perpajakan. Karyoto menyebut harusnya kasus itu menjadi momentum di mana sistem perpajakan harus dibenahi.

"Berawal dari kejadian Gayus Tambunan itu jadi momentum bagaimana sistem perpajakan itu harus dibenahi," kata Karyoto dalam konferensi persnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/2/2022).

Karyoto mengatakan sistem perpajakan Indonesia menggunakan metode self assessment. Di mana pajak masih dihitung dengan manusia.

"Karena Pak Alex (Wakil Ketua KPK) jelaskan, sistem perpajakan di kita itu self assessment, ngitung sendiri dan naluri semua manusia, dan pengusaha itu bayar pajak murah dan benar," katanya.

Namun, dia menyebut bayar pajak tak semudah membayar tagihan telepon. Maka dari itu, diperlukan konsultan pajak untuk membayar pajak suatu perusahaan.

"Kalau murah dan benar enak, tapi caranya kadang tidak semudah itu membayar tagihan telepon, harus begini, begitu, maka muncul konsultan pajak dan ini diakui dalam undang-undang dan aturan Kemenkeu," katanya.

Selanjutnya, KPK hanya bisa mengimbau kepada para wajib pajak (WP) untuk hat-hati dalam menggunakan konsultan pajak. Dia berharap WP menggunakan konsultan pajak yang 'bersih'.

"Kita hanya sifatnya mengimbau. WP sekarang harus berani, kalau ada petugas pemeriksa pajak dan konsultan pajak merekayasa ya jangan dipakai jasa konsultasinya. Dicari yang clear and clean dalam memberikan konsultasi, semua sama-sama," ujarnya.

"Kalau pengusaha memberikan duit yang banyak pada negara sesuai kewajibannya, kan untuk pembangunan negara, bukan untuk siapa-siapa," tambahnya.

Hal ini disampaikan Karyoto saat mengumumkan kedua tersangka penyuap mantan Pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji. Tersangka konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM) langsung dilakukan penahanan.

Dalam kasus tersebut, KPK lebih dulu menetapkan dua eks pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan (WR) dan Alfred Simanjuntak (AS), sebagai tersangka dalam kasus ini. Wawan langsung ditahan, namun Alfred baru ditahan akhir-akhir ini.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT