Diduga Aniaya Jambret Hingga Tewas, 8 Orang di Sumut Diamankan Polisi

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 21:21 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. detikcom)
Medan -

Seorang pria diduga jambret tewas setelah dihajar sejumlah orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Petugas pun menangkap delapan orang terduga pelaku.

"Personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan mengamankan 8 orang pelaku penganiayaan terhadap orang secara bersama-sama terhadap korban RA (39) warga Desa Bandar Setia," kata Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Agustiawan dalam keterangan tertulis, Kamis (17/2/2022).

Kedelapan pelaku yang diamankan itu adalah ZU (26), MR (16), RH (26), MAW (26), ASN (22), MAS (21), MF (21), dan MLN (32). Mereka merupakan warga Bandar Khalipah.

Agus menjelaskan, peristiwa itu berawal pada Rabu (16/2), sekitar pukul 00.30 WIB, para pelaku mengantarkan korban ke Polsek Percut Sei Tuan dengan tuduhan bahwa RA adalah pelaku penjambretan HP milik pelaku ZU.

Melihat korban tidak sadarkan diri, para pelaku membawa korban ke rumah sakit dengan didampingi petugas.

"Sesampainya di Rumah Sakit Haji Medan, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit," sebut Agus.

Lalu, petugas pun mengamankan para pelaku ke polsek untuk dilakukan penyidikan. Sementara korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

"Lalu personel mengamankan para pelaku dan dibawa ke Mako Polsek Percut Sei Tuan untuk dilakukan penyidikan. Terhadap korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," ujar Agus.

Kemudian, petugas melakukan olah TKP bersama tim inafis Reskrim Polrestabes Medan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Dari hasil interogasi, para pelaku diketahui memiliki peran yang berbeda. Pelaku ZU mengaku memukul badan belakang korban dengan tangan dan mengikatkannya.

"Pelaku pertama ZU mengaku memukul badan belakang korban dengan tangan sebanyak 1 kali dan mengikat tangan korban," ujar Agus.

Kemudian, MR mengaku memukul badan belakang korban dengan tangan sebanyak 2 kali, RH berperan memukul korban di bagian belakang dengan menggunakan tangan sebanyak 3 kali.

Lalu ASN berperan memukul badan korban dengan menggunakan tangan sebanyak 1 kali, MAW mengaku memukul badan korban sebanyak 1 kali, MAS mengaku memukul badan korban dengan menggunakan tangan sebanyak 1 kali.

Selanjutnya, MF mengaku memukul badan korban dengan menggunakan tangan dan LNH mengaku memukul kepala korban dengan menggunakan batu pecahan coran.

(dhm/lir)