Baca Pleidoi, Terdakwa Kasus Lahan DKI Minta Notaris Yurisca Lady Diadili

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 17:44 WIB
Jakarta -

Pemilik PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene kecewa terhadap notaris Yurisca Lady. Terdakwa kasus dugaan korupsi lahan DKI ini menyebut Yurisca memakai uang muka atau DP pembelian lahan Munjul yang dikembalikan oleh Kongregasi Suster CB selaku pemilik tanah Munjul senilai Rp 10 miliar.

"Saya sangat kecewa dengan Yurisca yang tidak meneruskan pembayaran uang muka tanah Munjul sebesar Rp 10 miliar. Uang itu malah digunakan Yurisca untuk keperluan pribadinya dan membeli barang-barang mewah. Seharusnya Yurisca juga dimintai pertanggungjawaban untuk hal ini," ujar Anja saat membaca pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (17/2/2022).

Anja mengaku tidak tahu soal Kongregasi Suster membatalkan perjanjian jual-beli tanah Munjul, Jakarta Timur. Diketahui, dalam persidangan notaris Yurisca Lady mengaku pernah mentransfer uang pengembalian DP tanah Munjul Rp 10 miliar itu ke Anja.

"Saya selama ini juga tidak tahu Kongregasi meminta Yurisca Lady selaku notaris rekanan Sarana Jaya untuk mengembalikan dokumen sertifikat, dan girik tanah Munjul, padahal Yurisca dan Sarana Jaya tidak ada hubungannya dengan saya dan mentransfer uang ke Yurisca sebanyak Rp 10 miliar sebagai pengembalian uang muka tanah munjul," sebut Anja.

Anja mengaku baru tahu Kongregasi Suster mengembalikan dokumen jual-beli ketika dia dipanggil oleh PD Sarana Jaya. Dia mengaku tahu ketika bertemu Yoory Corneles selaku Dirut Sarana Jaya saat itu.

"Di mana saat itu Yoory menyampaikan Sarana Jaya untuk membatalkan PPJB karena Yurisca sudah mengembalikan dokumen dan girik ke Kongregasi," kata Anja.

"Saya sungguh kecewa dengan apa yang dilakukan Yurisca, yang seharusnya memberitahukan ke saya dan Sarana Jaya apakah PPJB ini dapat atau tidak dilakukan, bukan hanya kehendak para pihak. Terlebih lagi Yurisca secara melawan hukum mengubah akta PPJB antara saya dan Sarana Jaya tanpa sepengetahuan dan pemberitahuan kepada saya. Padahal seharusnya Yurisca memahami apa yang dilakukan pelanggaran UU Notaris," sambungnya.

Selain itu, Anja mengaku tidak tahu adanya pengiriman uang Rp 43 miliar ke rekeningnya. Dia mengaku saat itu berada di luar negeri dan ada yang memalsukan tanda tangannya.

"Saya tidak tahu dari perubahan tersebut ada pembayaran dari Sarana Jaya ke rekening saya sebesar Rp 43 miliar dan tidak tahu dana tersebut ditransfer ke rekening lain dan saat itu saya tidak di Indonesia sehingga ada yang meniru tanda tangan saya untuk melakukan penarikan dan transfer dana," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.