Tina Toon Kritisi Anggaran Satpol PP Lebih Besar Hibah Dibanding Operasional

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 13:25 WIB
caleg pdip Tina Toon
Tina Toon (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memberikan tambahan anggaran kepada Satpol PP senilai Rp 516,01 miliar pada 2022 sehingga totalnya Rp 1,3 triliun. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto atau Tina Toon mengkritisi penggunaan anggaran itu.

Penambahan anggaran itu disampaikan Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat rapat dengan Komisi A DPRD Jakarta, Selasa (15/2). Anggaran Satpol PP secara total sebesar Rp 1,3 triliun.

"Bahwa setelah Pergub APBD keluar, itu ternyata memang ada penambahan, dari Komisi A menanyakan bagaimana untuk implementasinya gitu," kata Tina Toon, Kamis (17/2/2022).

Tina mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan Satpol PP, 70 persen penambahan anggaran itu digunakan untuk gaji. Komisi A, kata Tina, kemudian mempertanyakan mengapa tambahan dana hibah lebih besar daripada dana operasional.

"Ternyata memang secara persentase itu kan 70 persen untuk gaji. Nah, yang menjadi kita kritisi juga 25 persen untuk hibah, sedangkan operasional 5 persen," ucapnya.

"Kayak kemarin makanya kan aku mengkritisi juga, dalam arti kan kita sekarang COVID lagi tinggi. Nah, kemarin ada kerumunan di salah satu mal di Jakut, Kelapa Gading, itu penindakannya ada namun rasanya belum maksimal untuk yang namanya aparat Satpol ya, juga penunjang-penunjangnya. Nah, ternyata itu diiyakan oleh Kasatpol ya bahwa memang operasional ini juga, kayak kemarin sebenarnya penambahan anggaran ada penambahan mereka minta untuk operasional tapi nggak maksimal," lanjutnya.

Menurut Tina, dana penunjang operasional Satpol PP DKI saat ini masih kurang. Dia mengatakan anggota di lapangan masih kesulitan dalam penunjang operasional, seperti kendaraan dan makanan, saat sedang menjalankan tugas.

"Contoh misalnya untuk anggaran Satpol ada yang di kelurahan bisa masuk ke RT-RW yang ada gang-gang, itu mereka ada kesulitan operasional kendaraannya itu kan nggak bisa dijangkau dengan mobil dinas besar," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Istana Mau Beli Mobil Baru, Anggarkan Rp 8,3 M

[Gambas:Video 20detik]