Jakpro Akan Lapor Perkembangan Proyek Sirkuit Formula E Tiap Pekan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 10:40 WIB
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menyebut lokasi untuk Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta, bekas pembuangan lumpur hasil proyek. Begini kondisinya.
Lahan yang akan dijadikan Sirkuit Formula E Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara, sudah mulai dibangun. PT Jakarta Propertindo (JakPro) akan melaporkan perkembangan pembangunan sirkuit terbaru setiap pekan.

"Kita update seminggu sekali progresnya, kayak JakPro update pembangunan JIS dan TIM," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan JakPro Nadia Diposanjoyo saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (17/2/2022).

Nadia menjelaskan kamera CCTV yang dipasang di sekitar lokasi untuk memonitor pengerjaan sirkuit ajang balap mobil listrik itu secara 24 jam. Jadi, kata Nadia, video yang terekam kamera CCTV itu bisa langsung di-capture bilamana diperlukan untuk mengambil keputusan strategis.

"Adanya CCTV satu paket dengan digital control tower itu untuk mempermudah monitoring secara 24 jam, sehingga apabila perlu diambil keputusan strategis datanya langsung ter-capture," ujarnya.

Sebelumnya, Dirut PT Jakarta Propertindo (JakPro) Gunung Kartiko mengatakan sirkuit Formula E ditargetkan selesai pada April mendatang. Menurutnya, pembangunan sirkuit ajang balap mobil listrik itu masih cukup waktu.

"April sebenarnya udah bisa tuntas. Kemudian apabila trek sudah tuntas, kita harus siapin supporting-nya kan, kita pasang barrier-nya, kita pasang fence-nya itu masih cukup waktu," kata Gunung kepada wartawan seusai rapat dengan Komisi C di DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/2).

Gunung menuturkan saat ini perkembangan yang sedang dijalankan adalah membuat trek. Dia menyebut pembuatan trek itu diawali dengan pengerasan tanah di lokasi sirkuit Formula E.

"Sedang pengerjaan treknya, kalau secara persentase jadi kalau pengerjaan konstruksi itu tidak terus membaginya rata. Jadi kurva bentuknya agak melandai sekarang, kemudian agak tinggi lalu melandai lagi sekarang, kita lagi di posisi fase awal, itu pengerjaan tanah," tuturnya.

"Jadi tanahnya itu kita sedang kerjakan yang tadinya lembek atau apa ada pengerasan, kemudian ada teknik-teknik khusus yang dilakukan supaya tanah itu sebelum kita kasih base A, base B sebelum dikasih material kasih aspal itu sudah bagus," lanjutnya.

(dek/aud)